Urban Sakola (US) tahap 19: Senyum di Wajah Adik-adik Situdaun

Sobat Urban, hari yang baru akhirnya datang juga! Kali ini kami diberi kesempatan untuk mengajar selama 4 kali pertemuan di SDN Situdaun 02 pada bulan Februari – Maret 2020. Yap, setiap kegiatan mengajar kami disebut dengan tahap. US tahap 19 ini, berarti sudah sekolah ke 19 yang telah di datangi oleh kami.

Seperti biasa, kami memaparkan empat materi andalan Urban Sakola yaitu Cerita Rakyat, Aksara Sunda, Seni Musik dan Sejarah. Tapi, kali ini ada yang berbeda. Di awal pertemuan, kami mengajak adik-adik larut dalam pentas drama yang dikemas secara kekinian untuk mengenalkan materi – materi yang akan diajarkan kakak-kakak selama 3 minggu ke depan.

Media pembelajaran yang berbeda,

Banyak gelak tawa adik-adik yang terdengar saat melihat Ujang (re: Yujeng) berpetualang bersama Dadali Si Burung, Maskot Kebudayaan Urban Sakola. Drama ini menceritakan tentang anak-anak ‘zaman now’ yang mulai melupakan kebudayaannya, mereka lebih tertarik dengan budaya negara tetangga yang lebih kekinian. Nah, Dadali Si Burung, mengajak Yujeng untuk mengenal kebudayaan Jawa Barat menjadi lebih menarik.

Pertemuan selanjutnya dilanjutkan dengan kelas Cerita rakyat yang digabungkan dengan Aksara Sunda, agar pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Begitupun dengan pertemuan ke tiga yang menggabungkan materi kelas musik dengan sejarah. Kelas sejarah yang mungkin agak ‘membosankan’ digabungkan dengan seni musik agar lebih semangat.

Setelah tiga kali pertemuan, raut wajah adik-adik di setiap pertemuannya selalu semangat dan antusias mendapatkan ilmu yang baru.

“Kakaaak, ini gimana cara menulisnya?”

“Kakaaak, aku mau coba main angklung!”
“Itu gambar Bunga Bangkai kak!”

“Hahahaha lutung kasarung!”

Selalu banyak canda dan tawa di setiap pertemuannya, bahkan tak habis senyum terlukis di wajahnya. Bapak dan Ibu guru pun sangat senang menyambut kedatangan kami. Katanya, agar anak-anak bisa mengenal dan melestarikan budayanya. 

Berpetualang di kelas petualang!

Pertemuan ke empat atau akhir dari rangkaian kelas ini adalah kelas petualangan yang dilakukan di Kebun Raya Bogor. Yap, hari yang ditunggu akhirnya tiba juga. Semua adik-adik sangat menantikan dan semangat ikut kelas hari ini.

Yap, kelas ini akan mengajak adik-adik belajar di luar kelas untuk mengaplikasikan pelajaran yang sudah diberikan pada kelas sejarah. Tidak hanya adik-adik, tapi Bapak dan Ibu Guru serta beberapa orang tua murid ikut serta dalam kegiatan ini. Minggu sebelumnya, saat adik-adik diberi tahu ingin pergi ke KRB banyak sekali tingkah lucunya karena tidak sabar ingin pergi jalan-jalan.

“Kak, nanti kita naik apa ke sana?”

“Kak, aku pergi sama mamah boleh, ya?”

Dan banyak pertanyaan lainnya yang mereka tanyakan, karena sangat menunggu kelas ini. Kami berangkat menggunakan angkutan umum yang sudah disiapkan oleh Kakak-kaka Urban Sakola.

Sesampainya di sana, kami mulai mengajak adik-adik mengenal hewan-hewan yang ada di Museum Zoologi. Mulai dari hewan purbakala, hingga hewan yang ada sampai saat ini. Dari ukuran yang besar hingga ukuran yang kecil, semua antusias menanyakan keberadaannya.

Perjalanan dilanjutkan dengan makan siang bersama sebelum memulai kelas petualangan yang sesungguhnya. Mengikuti peta untuk mencapai titik-titik bersejarah di Kebun Raya Bogor, seperti Tugu Reinwardt, Istana Bogor, hingga tempat Bunga Bangkai tumbuh.

Hujan tak mengalahkan semangat kami,

Tapi, sayangnya saat itu alam tidak sedang bersahabat. Hujan deras mulai turun seiring dengan selesainya kata sambutan dari Bapak Kepala Sekolah dan Ketua Urban Sakola. Saat itu, kami hanya bisa menunggu hujan reda, sambil memikirkan plan lainnya. 

Adik-adik sangat menikmati cuaca ini, karena sambil menunggu hujan reda, mereka curi-curi waktu untuk bermain hujan-hujanan. Rasa penasarannya terhadap alam, membuat mereka tak tahan untuk bermain hujan bersama. 

Saat hujan mulai reda, kami mulai mengarahkan anak-anak untuk pulang karena hari semakin sore dan kegiatan tidak mungkin dilanjutkan. Sebelum pulang, kami memberikan kenang-kenangan berupa dua set angklung, keperluan sekolah dan bingkisan bagi adik-adik yang telah mengikuti kegiatan ini.

Walaupun hujan, tapi Bapak Kepala Sekolah dan Bapak-Ibu Guru sangat menikmati kegiatan ini, karena sudah lama sekali mereka tidak melakukan kegiatan ini. Selain itu, mereka juga bisa mengaplikasikan materi yang diajarkan kakak-kakak selama 3 minggu sebelumnya.

Ini juga suatu prestasi buat kami, karena berhasil mengajak adik-adik untuk mengunjungi KRB setelah sekian lama belum melakukannya lagi. Oh iya, tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Sobat Urban yang sudah berdonasi untuk kegiatan kami kali ini. Semoga rezeki teman-teman semakin bertambah dan berkah, ya!

Oh iya, dokumentasi kegiatan, bisa kamu lihat di instagram Urban Sakola, ya! Jangan lupa klik tombol share, like dan comment juga, ya!

#UrbanSakola #komunitas #komunitasbogor #pendidikan #komunitaspendidikan #membangunpendidikanyangberbudaya #Bogor #Kebun Raya Bogor #Tamasya #Kelasluar #outing