Temukan Fakta Dibalik Makanan Ultra Proses

Sumber Gambar: American Heart Association

 

 

By: Salma R – Sahabat Gizi

    Makanan cepat saji dan instan menjadi salah satu kegemaran banyak orang terutama anak-anak maupun remaja. Bagaimana tidak, untuk memakan saja tidak membutuhkan waktu yang lama, selain itu memiliki rasa yang lezat. Namun, beberapa makanan tersebut perlu dihindari karena merupakan kelompok ultra processed food, sebelum mengenal lebih detail kita berkenalan dulu yuk dengan pengklasifikasian makanan menurut studi NOVA.

Ada apa saja pengklasifikasian makanan menurut studi Nova?

  1. Makanan Real atau Minimally Processed

Kelompok makanan ini tidak melalui proses atau hanya sedikit saja pada proses pembuatannya seperti dipanggang, dikukus, direbus, dan fermentasi. Biasanya jenis kelompok makanan ini seperti sayur-sayuran fresh, buah-buahan, telur, kacang-kacangan, susu, jamur dan algae. Kelompok makanan ini tidak mengandung gula, garam dan lemak yang berlebihan. Selain itu, tidak mengandung pemanis buatan, pewarna, perasa, zat aditif, pengawet, dan beberapa zat lainnya.

  1. Olahan dari Bahan Makanan

Nah, pada kelompok ini lebih cenderung pada bumbu-bumbu yang biasa digunakan untuk memasak. Biasanya terbuat dari daging sapi, ayam, rempah-rempah yang dapat dijadikan sebagai penyedap rasa serta dressing makanan, contohnya seperti kaldu, madu, mayonaise, cuka, mentega dan bumbu-bumbu rempah. Pada kelompok kedua ini mungkin ada tambahan zat aditifnya, namun tidak banyak.

  1. Maknanan Proses

Pada kelompok ketiga ini lebih cenderung kepada makanan yang diproses atau pengawetan dari kelompok bahan makanan ke satu, namun tidak mengubah bentuknya. Tujuan dari pengawetan ini adalah untuk mencegah kontaminasi mikroba. Contoh dari makanan proses adalah makanan kaleng, asinan, buah kaleng, keju, dan roti segar.

  1. Makanan Ultra Proses

Menurut FAO kelompok makanan ultra proses merupakan makanan yang diolah dengan cara karbonasi, pengocokan, pemadatan, ekstrusi, dan penambahan massa. Selain itu, adanya penambahan garam, gula, lemak, pengawet, emulsifier, perasa dan pewarna. Dan adanya tambahan zat yang mungkin tidak kita temui di dapur rumah, seperti gula rafinasi, gluten, sirup fruktosa, dan maltodekstrin. Contoh dari makanan ultra proses adalah snack-snack ringan, permen, coklat, junk food, mie instan, dan minuman berkarbonasi seperti soda.

Lalu, memangnya apa kekurangan dan kelebihan dari makanan ultra proses ?

  1. Kelebihan Makanan Ultra Proses
  • Praktis, dan tidak memerlukan waktu yang lama penyajiannya
  • Mudah untuk didapatkan
  • Mengandung zat sudah terfortifikasi
  1. Kekurangan Makanan Ultra Proses
  • Menghasilkan limbah sampah
  • Mengandung tinggi gula, garam, lemak, serta sedikit zat aditif lainnya

Lalu bagaimana bila dilihat dari sisi kesehatan ?

         Konsumsi makanan ultra proses berlebihan dapat berisiko obesitas dan beberapa kejadian lainnya seperti diabetes, hipertensi, jantung hingga kanker. Dari penelitian yang dilakukan oleh FAO atau Food Agriculturel Organization mengatakan bahwa seseorang yang mengkonsumsi makanan ultra proses berlebihan dapat berisiko obesitas dengan dibuktikan perbandingan antara 2 orang yang mengkonsumsi makanan ultra proses dan diteliti selama 2 minggu. Hasilnya, orang yang sering mengkonsumsi meningkat berat badannya sebanyak 0,9 kg dan orang yang tidak mengkonsumsi sama sekali makanan ultra proses berat badannya cenderung menurun 0,9 kg. Tapi, apakah penyebabnya, seseorang sampai bisa berlebihan konsumsi makanan ultra proses?. Makanan ultra proses ini memiliki harga yang cenderung murah dan biasanya memiliki kandungan zat aditif, perasa dan pewarna yang membuatnya terlihat menarik, sehingga seseorang tersebut tertarik untuk mengkonsumsinya. Selain itu, makanan ultra proses ini mudah untuk didapatkan.

Bagaimana cara untuk mencegahnya ya?

       Seperti yang kita ketahui bahwa setiap makanan proses tentu memiliki label pangan yang menunjukan kandungan gizi dan bahan-bahan dari makanan tersebut. Terlebih lagi bagi seorang ibu yang ingin memberikan makanan kepada anaknya tentu harus memperhatikan kandungan gizi terlebih dahulu. Selain dari membaca label pangan untuk mengetahui kandungan dari makanan tersebut, kita bisa membiasakan diri untuk mengolah makanan sendiri dengan bahan-bahan makanan yang tentunya mudah untuk dicari namun memiliki kandungan gizi yang baik, selain itu, membatasi makanan olahan, dan menggunakan bumbu-bumbu seperti rempah-rempah dan herbal sebagai bahan penyedap.

 

 

Referensi :

Monteiro, C. A., Levy, R. B., Claro, R. M., de Castro, I. R. R., & Cannon, G.    (2010).Increasing Consumption of ultra-processed foods and likely impact  on human health: evidence from Brazil. Public health nutrition,14(1), 5-13.

 

FAO. 2019. Ultra Processed Food Impact on Health