Hazman, Pendiri Taman Hutan Mikro

Semenjak kecil, Hazman sudah senang terhadap pohon dan hutan, dimana kebetulan saat itu di daerahnya hutan masih terjaga dengan baik. Hazman juga hobi membaca buku di bawah pepohonan, bahkan sering hingga larut malam, dengan bermodalkan senter kecil. Hazman biasa berlama-lama menyendiri di sana untuk menenangkan diri. Bahkan ketika rumah-rumah pendatang baru bermunculan Hazman tidak pernah malu untuk tetap duduk di bawah pepohonan sambil membaca. Terkadang, satu atau dua teman datang untuk duduk dan diskusi kecil. Hal ini terus berjalan, sampai suatu hari Hazman mulai mengenal pesan-pesan terkait konservasi. Untuk membuat naungan melakukan hobinya membaca, Hazman mulai mendirikan sebuah gubug untuk bersantai, sehingga dia tidak harus pulang ketika hujan turun.

Lama kelamaan, Hazman tersadarkan bahwa di sekitar komplek tempat tinggalnya, rumah penduduk sudah semakin banyak, dan satu per satu pohon ditebang. Hal ini membuatnya sangat takut, jikalau kedepannya dia tidak dapat lagi duduk dinaungi banyak pepohonan. Sejak saat itu, dia tergerak untuk menanam beberapa pohon kayu hasil bibitan sendiri dan merawatnya. Pada saat yang bersamaan, dia juga mulai banyak mencari tahu tentang konservasi.

Kegusarannya membuahkan hasil. Projek “Taman Hutan Mikro” terbentuk pada tahun 2016. Dia tak kenal lelah untuk terus menanam. Kegiatannya pun mulai menampakan hasil. Pohon-pohon yang ditanamnya tumbuh besar. Dia pun mulai menempelkan papan pengumuman tentang pentingnya menjaga pohon yang ada, dan memberikan nama latin di setiap pohon. Walaupun terdapat beberapa cemoohan, dia tetap melanjutkan misi konservasinya.

Perjuangannya pun membuahkan hasil. Sedikit demi sedikit, pemuda di lingkungan tempat dia tinggal mulai datang berkunjung ke hutan kecilnya untuk bersantai sambil membaca buku.  Bahkan tak jarang dari mereka yang meminta pendapat tentang konservasi, berdiskusi tentang hutan, iklim, sampah dll. Hazman mulai senang, bahwa banyak teman-teman muda seumurannya yang mulai sadar pentingnya menjaga alam sekitar.

Taman hutan mikro seluas 170 m2 itu sendiri diberikan nama baru sekitar 2 tahun, atau 3 tahun setelah program konservasinya berjalan.

Beberapa tanaman yang berhasil ditanam di  “Taman Hutan Mikro,” yaitu:

Nama Pohon

Nama latin

Jumlah

Jati putih

Gmelina arborea

Sedang 4, kecil 5

Akasia daun kecil

Acacia auriculiformis

Besar 1, kecil 2

Akasia daun besar

Acacia mangium

Sangat besar 1, sedang 3, kecil 4

Mara

Macaranga tanarius

Besar 1, sedang 2

Rambutan

Nephelium lappaceum L

Sedang 1

Sirsak

Annona muricata

Kecil 3

Jambu biji

Psidium guajava

Kecil 2

Nangka

Artocarpus heterophyllus

Sedang 1

Kelapa

Cocos nucifera

Besar 1

Melinjo

Gnetum gnemon

Sedang 1

Kelor

Moringa oleifera

Cukup besar 1

Alpukat

Percea Americana

Sedang 1

Jati

Tectona grandis

Kecil 18 cukup besar 3

Dipterocarpus

Identifikasi

Sedang 1

 

 

56

 

Selain pohon yang ditanamnya, terdapat juga berberapa tumbuhan liar (tanpa dia tanam) yang terdata seperti:

Perdu / terna berkayu

 

Nama latin

Penjelas

Srigunggu / Segunggu

Clerodendron serratum

pengalaman pernah di curi orang

Cente

Lantana camara

Hingga kini sering dicuri

Lamtoro

Leucaena leucocephala

 

Breynia

Breynia vitis-idaea

 

Kirinyu

Chromolaena odorata

 

Orok-orok

Crotalaria pallida

 

Salparni

Desmodium gangeticum

 

Pecut kuda

Stachytarpheta jamaicensis

 

Pohon girang

Leea indica

 

Lempeni

Solanum diphyllum

 

Merah (buah)

Identifikasi

 

Bulet-bulet

Identifikasi

 

 

 

 

 

Tumbuhan merambat

Nama latin

Gembili

Dioscorea esculenta L

Rambusa

Passiflora foetida

Centro

Centroscema pubescens

 

 

Lain-lain

 

Kecombrang

Etlingera elatior

Pacing

Costus spicatus

Temulawak

Curcuma zanthorrhiza

Gadung tikus

Tacca palmate

 

 

 

Yuk bergabung menjadi Biodiversity Warriors (BW) Yayasan KEHATI dengan sign up atau daftar pada tautan https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/

Kenapa? Karena masa depan keanekaragaman hayati ada di tangan kalian.

Manfaat gabung BW:

1. Terlibat dalam pelestarian keanekaragaman hayati indonesia

2. Berjejaring dengan sesama anggota BW

3. Meningkatkan kapasitas kalian di bidang kehutanan, kelautan dan pertanian melalui kegiatan berkualitas

4. Berkesempatan tampil di forum nasional dan internasional