Get To Know About Stuttering

Oleh: Saskia Ayu Khairunnisa Marseno & Adhisa Fathirisari Putri

Setiap manusia merupakan individu yang unik karena kita, sebagai manusia, memiliki keunggulan dan keterbatasannya masing-masing. Seseorang mungkin memiliki bakat tertentu yang dapat membuatnya unggul dan menonjol di antara orang lain, tetapi juga seseorang mungkin merasa memiliki bakat-bakat yang terbatas. Selain itu, seseorang juga mungkin memiliki keterbatasan fisik, mental, atau keterbatasan lainnya. Salah satu keterbatasan yang jarang diketahui oleh mayoritas orang ialah gagap atau stuttering.

Di dunia ini, terdapat kurang lebih tujuh puluh juta orang atau sekitar 1% dari populasi dunia yang merupakan pengidap gagap. Namun, apakah gagap itu? Gagap merupakan gangguan bicara yang dapat terlihat dari kelancaran dan alur berbicara. Umumnya, gangguan bicara ini berupa memanjangkan bunyi suatu kata, pengulangan bunyi atau suku kata, atau terdapat jeda saat berbicara. Pada dasarnya, mereka mengetahui apa yang mereka ingin katakan, tetapi sulit untuk menyebutkannya.

Menjadi seorang pengidap gagap tidak menutup kemungkinan untuk berkarir di bidang dan tempat yang dikenal membutuhkan kemampuan berbicara yang apik. Siapa sangka penyanyi fenomenal seperti Ed Sheeran dan Elvis Presley, aktor mendunia seperti Emily Blunt, Samuel L. Jackson, dan Rowan Atkinson, bahkan hingga rapper seperti Kendrick Lamar, merupakan salah satu pengidap gagap. Para tokoh tersebut membuktikan bahwa keterbatasan yang mereka miliki tidak menghambat karir mereka hingga mencapai kesuksesan. Dengan keterbatasan inilah, justru mereka menjadi orang-orang yang unik dan berbeda.

Faktor Penyebab

Banyak orang beranggapan bahwa gagap bukanlah merupakan suatu kelainan atau keterbatasan, melainkan disebabkan oleh perasaan gugup atau takut. Ketika bertemu dengan seorang pengidap gagap, masih banyak orang yang mengatakan atau berpikiran “mungkin dia sedang gugup”. Inilah mispersepsi yang ada di tengah-tengah masyarakat terhadap para pengidap gagap. Pada kenyataannya, gagap dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor genetik, pertumbuhan, neurogenik, dan psikogenik.

Gagap dapat disebabkan karena adanya kelainan gen bawaan. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa faktor genetik berperan dalam munculnya kegagapan dalam suatu individu. Oleh karena itu, apabila terdapat anggota keluarga yang mengidap gagap, kemungkinan ada anggota keluarga lain yang mengidap gagap. Hampir 60% pengidap gagap memiliki keluarga yang merupakan pengidap gagap pula.

Selain itu, gagap juga dapat disebabkan oleh faktor pertumbuhan. Umumnya, gagap terjadi pada anak berumur 2 hingga 5 tahun atau pada saat seorang anak sedang belajar berbicara. Saat seorang anak berbicara, mereka mengalami keterbatasan dalam penyampaian maksud melalui bahasa atau tutur kata mereka. Akan tetapi, sebagian besar pengidap gagap tipe ini dapat pulih ketika anak beranjak dewasa.

Gagap juga dapat diakibatkan oleh gangguan neurogenik. Gangguan yang menyebabkan gagap dapat terjadi pada sistem otak, saraf, dan otot yang mengatur kemampuan berbicara seseorang. Umumnya, pengidap gagap yang disebabkan oleh gangguan neurogenik mengalami penyakit, seperti stroke, atau kecelakaan.

Gagap psikogenik merupakan gagap yang diakibatkan oleh adanya trauma atau masalah dalam pemikiran. Umumnya, gagap jenis ini terjadi karena adanya tekanan yang muncul dari lingkungan, terutama keluarga. Misalnya, harapan tinggi orang tua atau gaya hidup yang serba cepat. Trauma yang cukup masif bagi seseorang dapat menyebabkan kegagapan.

Selain itu, faktor psikogenik juga dapat berpengaruh pada para pengidap gagap. Pemikiran yang ada dalam benak para pengidap gagap juga dapat memperparah kegagapan mereka. Para pengidap dapat memiliki pemikiran bahwa mereka tidak dapat berbicara di depan umum, bahkan hingga pemikiran “saya merasa tidak berguna”. Pemikiran-pemikiran ini dapat menjadi tekanan internal dalam diri mereka sehingga gagap yang mereka alami menjadi lebih parah.

Kegagapan yang dialami setiap pengidap memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Tingkat kegagapan ini berpengaruh pada terapi yang dilakukan pengidap. Suatu terapi yang dikatakan dapat menyembuhkan kegagapan seorang pengidap tidak sepenuhnya cocok untuk semua pengidap. Terapi yang dilakukan setiap pengidap berbeda, tergantung pada penyebab dan tingkat kegagapannya. Oleh karena itu, mengidentifikasi faktor penyebab gagap seseorang sangatlah penting.

Gejala

Apa saja gejala-gejala kegagapan? Gejala yang paling umum ialah kesulitan mengatakan suatu kata atau kalimat. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa cara, yaitu dengan melakukan perpanjangan kata atau suara pada kata (beeeeegitu ya) serta mengulangi suatu suara, silabel, atau kata (be-be-be-begitu ya dan gitu-gitu-gitu ya). Kesulitan berbicara juga ditunjukkan dengan memberi jeda pada suatu silabel atau kata (be — gitu ya). Terkadang, pengidap juga melakukan penambahan kata-kata semacam um bila kesulitan menyebutkan kata selanjutnya ketika sedang berbicara.

Gejala-gejala tersebut biasanya diikuti dengan sejumlah gejala fisik, seperti mengedipkan mata dengan cepat, bibir atau rahang gemetaran, serta “mengerutkan” wajah terutama daerah mata dan hidung (facial ticts). Gejala fisik lainnya dapat berupa menghentakkan kepala dan mengepalkan tangan. Selain itu, pengidap gagap biasanya juga memiliki ketakutan atau anxiety untuk berbicara.

Tingkat gejala kegagapan pada setiap pengidap gagap dapat bervariasi seiring berjalannya waktu. Ada kalanya seseorang merasa kegagapannya menghilang pada satu waktu, lalu tiba-tiba kegagapannya datang kembali. Selain itu, tingkat kegagapan dapat menjadi lebih baik atau buruk tergantung situasi dan kondisi pengidap. Ketika seorang pengidap gagap terlalu bersemangat, lelah, atau merasa tertekan, gejala kegagapan yang dimilikinya bisa memburuk. Selain itu, gejala juga dapat memburuk bila pengidap dihadapkan dengan situasi-situasi tertentu, seperti berbicara di hadapan umum atau lewat telepon. Sebaliknya, mayoritas pengidap gagap cenderung bisa berbicara dengan lancar saat sedang sendirian. Pengidap gagap juga biasanya bisa mengucapkan kata-kata dengan baik saat bernyanyi atau saat berbicara secara bersamaan dengan orang lain.

Seringkali, pengidap gagap tidak hanya harus berhadapan dengan gangguan bicara mereka, tetapi juga dampak yang dibawanya. Kegagapan dapat mengarah pada sejumlah permasalahan lain, seperti kesulitan berkomunikasi dengan orang lain, tidak mampu menghadapi situasi yang mengharuskan berbicara, kehilangan kesempatan berprestasi pada kehidupan akademik atau karier, hingga menjadi korban bullying.

Brayden Harrington, seorang anak pengidap gagap berumur 13 tahun, pada pidatonya di CNN Town Hall Februari lalu berkata: “You know, stuttering, when you think about it, is the only handicap that people still laugh about. That (they) still humiliate people about. And they don’t even mean to.”

Kegagapan, terutama di beberapa negara seperti Indonesia, merupakan gangguan yang masih disalahpahami oleh mayoritas orang. Hal ini membuat perilaku diskriminasi dan bullying menjadi sangat rentan terjadi. Lebih jauh lagi, perilaku tidak menyenangkan dari masyarakat dapat mengarah pada tumbuhnya permasalahan-permasalahan lain bagi pengidap gagap, seperti rendahnya self-esteem serta memburuknya kesehatan mental. Bagi sejumlah pengidap, komplikasi-komplikasi yang ditimbulkan dari kondisi mereka memengaruhi kehidupan mereka jauh lebih besar daripada gangguan bicara itu sendiri.

Oleh karena itu, gerakan-gerakan sosial untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang isu-isu kegagapan sangatlah penting untuk dilakukan. Semakin banyak orang yang memahami, maka akan semakin kecil kemungkinan terjadinya bullying dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya pada para pengidap gagap. Dukungan dari orang-orang sekitar dapat mencegah timbulnya komplikasi, serta memberikan dorongan mental yang dibutuhkan pengidap gagap untuk berjuang dalam mengatasi gangguan bicaranya.

Sumber:

https://www.cnn.com/2020/08/20/politics/13-year-old-stutter-convention-joe-biden/index.html

https://www.halodoc.com/kesehatan/gagap

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stuttering/symptoms-causes/syc-20353572#:~:text=Stuttering%20%E2%80%94%20also%20called%20stammering%20or,but%20have%20difficulty%20saying%20it

https://www.stutteringhelp.org/famouspeople

https://www.stutteringhelp.org/faq#:~:text=More%20than%2070%20million%20people,as%20many%20males%20as%20females

https://www.alodokter.com/gagap#:~:text=Gagap%20adalah%20kondisi%20di%20mana,usia%20di%20bawah%205%20tahun