Hari Kartini

R. A. Kartini

“Habis Gelap Terbitlah Terang”

Siapa sih yang ga kenal jargon di atas?
Kalimat tersebut merupakan salah judul buku yang membahas tentang salah satu surat R.A. Kartini yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”

Raden Adjeng Kartini atau yang biasa disebut Raden Ayu Kartini, adalah seorang tokoh yang dikenal sebagai pelopor dari Kebangkitan Perempuan Pribumi. Beliau dilahir pada 17 September 1879 di Jepara.

 

Kira – kira alasan apa ya yang membuat beliau berkeinginan untuk membangkitkan potensi perempuan pribumi?

Dahulu kala, kehidupan bagi perempuan sangatlah dibatasi oleh penjajah Belanda. Pada zaman itu perempuan tidak diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu di sekolah. Orang-orang pada zaman dulu beranggapan bahwa perempuan hanya diwajibkan untuk pandai dalam urusan rumah tangga, sehingga pendidikan yang tinggi tidaklah dibutuhkan.

Namun menurut R.A. Kartini hal tersebut dapat menjadi penghambat dalam kemajuan wanita pribumi, maka dari itu R.A. Kartini berjuang demi perempuan pribumi untuk memperoleh kesetaraan dalam hal pendidikan maupun kehidupan.

Perbandingan antara posisi perempuan sebelum kesentaraan yang dilakukan R.A. Kartini dan sesudah kesetaraan.

Posisi Perempuan sebelum perjuangan R.A. Kartini :
– Posisi perempuan hanya untuk menjadi istri bagi sang suami
– Perempuan tidak diperbolehkan untuk menuntut ilmu di sekolah
– Perempuan dilarang untuk menjabat dalam pemerintahan
– Perempuan hanya diwajibkan menguasai ilmu mengurus rumah tangga.

Posisi Perempuan sesudah perjuangan R.A. Kartini :
– Posisi perempuan sudah bebas dan tidak dikekang
– Perempuan diperbolehkan untuk menuntut ilmu di sekolah
– Perempuan sudah dapat menjabat di pemerintahan
– Perempuan mendapat kesetaraan dalam pendidikan dan kehidupan

By: Hafid Rahman