Stres Bisa Bikin Berat Badan Naik? Yuk, Pahami Alasannya!

Penulis: Mahsa Alvita (Volunteer Batch 1 Tiny Hopes Indonesia)

Pernah tidak, sih, Sobat Tiny mengalami stres karena tugas-tugas yang menumpuk dan harus diselesaikan dalam waktu singkat? Atau stres karena setiap hari begadang untuk belajar sebab sebentar lagi akan menghadapi ujian? Nah, sebenarnya stres itu apa, ya?
Stres merupakan kondisi fisik yang berkaitan erat dengan kesehatan mental. Stres akan muncul ketika seseorang menghadapi tekanan besar atau terlalu memikirkan banyak hal sehingga muncul perasaan emosional, tertekan, bahkan rasa gugup yang berlebihan. Dalam situasi pandemi COVID-19, risiko terjadinya stres dapat meningkat dua kali lipat. Hal ini dikarenakan sebelumnya masyarakat sudah terbiasa menjalani kehidupan normal tanpa ada peraturan yang mengikat, tetapi sekarang tiba-
tiba harus menerapkan kehidupan new normal dengan berbagai protokol kesehatan yang wajib ditaati. Akibatnya, seseorang yang tidak terbiasa menjalankan kehidupan ini dapat mengalam stres yang ditandai dengan frustasi, timbulnya konflik antar dua belah pihak, dan rasa cemas.

Berbicara mengenai stres, ternyata terdapat relasi yang kuat antara stres dengan peningkatan berat badan, lho! Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan menstimulasi kelenjar adrenal untuk menghasilkan hormon kortisol. Hormon ini akan memicu seseorang untuk mengonsumsi comfort food, yaitu kondisi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang padat kalori seperti jajanan manis dan makanan tinggi lemak dan menimbulkan umpan balik berupa perasaan tenang pada diri orang tersebut. Sesungguhnya, stres yang sudah mereda ini akan menurunkan produksi hormon kortisol. Akan tetapi, manajemen stres yang tidak dikelola dengan baik akan terus meningkatkan level kortisol sehingga menyebabkan terjadinya hiperkortisolemia dan keinginan untuk mengonsumsi comfort food pun menjadi lebih besar. Akibatnya, kebiasaan buruk ini akan berdampak pada kenaikan berat badan yang ditandai dengan adanya penumpukan lemak pada tubuh. Beberapa efek buruk lain dari stres terhadap tubuh kita antara lain, menurunkan metabolisme tubuh, menimbulkan rasa malas berolahraga, gangguan tidur, bahkan hingga memicu risiko penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit autoimun.

Manajemen stres menjadi kunci dalam menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari “godaan” untuk mengonsumsi comfort food secara berlebihan. Bagaimana cara mengelola stres dengan baik dan benar? Yuk, simak beberapa cara manajemen stres yang dapat Sobat Tiny lakukan.

  1. Rajin berolahraga minimal 150 menit/minggu untuk meminimalisir peningkatan kadar hormon kortisol akibat efek buruk dari stres. Salah satu olahraga yang dapat Sobat Tiny lakukan adalah yoga.
  2. Menyusun rencana pengelolaan waktu sehingga dapat menyeimbangkan antara waktu bekerja, belajar, dan bersantai.
  3. Menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  4. Meditasi untuk mengatur emosional dan menenangkan diri dari pikiran-pikiran negatif.
  5. Meminta dukungan dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan sahabat, agar diri kamu merasa lebih nyaman dan terbuka serta mendapatkan masukan-masukan dari masalah yang sedang kamu hadapi.
  6. Selalu berpikir positif dan ambil suatu hikmah meskipun kamu sedang dalam situasi berat.

Last but not least.. Dont forget that all your struggle shall pass! Don’t worry, better days are coming!

 

Referensi
Harvard Mental Health Letter, 2012. Why Stress Causes People to Overeat. [Online] Available at: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/why-stress-causes-people-to-overeat [Accessed 13 Oktober 2020].
Huan , S. et al., 2019. Stress Related Disorders and Risk of Cardiovascular Disease: Population Based, Sibling Controlled Cohort. BMJ, Volume 365, p. l1255.
Kiecolt-Glaser, J. K. et al., 2015. Daily Stressors, Past Depression, and Metabolic Responses to High-Fat Meals: A Novel Path to Obesity. Biol Psychiatry, 77(7), pp. 653-660.
Muslim, M., 2020. Manajemen Stress Pada Masa Pandemi COVID-19. ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis, 23(2), pp. 192-201.
Scott, K. A., Melhorn, S. J. & Sakai, R. R., 2013. Effects of Chronic Social Stress on Obesity. Curr Obes Rep, 1(1), pp. 16-25.
Utami, D. S. et al., 2020. Pedoman Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikosoial Pada Pandemi COVID-19. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Gambar ilustrasi: Pinterest. Available from: https://www.pinterest.com/pin/118149190214808316/