PANDEMI, WASPADA GAYA HIDUP MAGER!

 

               Sumber gambar : stock.adobe.com

               By: Inspirasi Academy Sahabat Gizi

                      ( Widya Safriyani C )

 

      Pandemi membuat kita melakukan segala aktivitas berada di dalam rumah, karena adanya kebijakan physical distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal ini mengakibatkan banyak orang mengalami gaya hidup malas bergerak (Mager) atau disebut dengan sedentary lifestyle yang dapat berisiko menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Sedentary lifestyle adalah adalah kegiatan yang hanya mengeluarkan sedikit energi dan cenderung menyimpan banyak energi berupa lemak akibat dari minimnya aktivitas fisik. Hal ini menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. 

     Sejumlah  penelitian  menyebutkan  bahwa  kurang gerak dapat menurunkan imunitas (Luzi & Radaelli, 2020). Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa 33,5% masyarakat Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik. Di saat pandemi sedentary lifestyle akan meningkat karena dari mulai bekerja hingga anak sekolah melakukan segala aktivitasnya di rumah, selain itu semua pertemuan dan pembelajaran dilakukan secara daring atau online sehingga membuat seseorang lebih banyak duduk dan screen time (menatap layar) dalam durasi yang lama.

     Menurut penelitian McCormack dkk (2020), dalam jurnalnya menemukan bahwa aktivitas sedentari (menonton televisi, komputer atau video game, dan perangkat berbasis layar lainnya) pada anak-anak mengalami peningkatan. Hasil lain juga menemukan bahwa kecemasan orang tua lebih tinggi terkait Covid-19 mungkin telah memperburuk pengurangan aktivitas fisik (di rumah dan di luar ruangan) dan peningkatan aktivitas sedentari pada anak-anak lebih meningkat sejak awal pandemi Covid-19.

     Berdasarkan penelitian, adanya sedentary lifestyle akan mempengaruhi aktivitas kognitif seperti menatap layar laptop, bermain gadget, membaca buku, dan sebagainya akan meningkatkan ketidakstabilan glikemik. Peningkatan ketidakstabilan glikemik akan berdampak pada keinginan untuk makan meningkat. Menurut penelitian tersebut, responden yang melakukan  aktivitas  di  depan  komputer  dan  mengalami  peningkatan  nafsu  makan  tanpa  adanya peningkatan sensasi lapar.

    Nah, agar terhindar dari dampak negatif dari gaya hidup kurang gerak ayo terapkan beberapa tips ini yuk untuk menghindari gaya hidup kurang gerak di saat pandemi yaitu :

  1. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit/hari atau 150 menit dalam satu minggu untuk orang dewasa.

  2. Lakukan peregangan saat sedang screen time dalam durasi lama. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya permasalahan yang berhubungan dengan sendi dan tulang

  3. Bersih-bersih rumah seperti menyapu, mengepel, dan mencuci piring juga bisa banget dilakukan untuk menghindari kebiasaan sedentary lifestyle.

 

 

 

Link Instagram Materi ” Bahaya Dibalik Kaum Rebahan '' :

http://bit.ly/sahabatgizi_bahayadibalikkaumrebahan

Referensi:

Ashadi, K., Andriana, L. M., & Pramono, B. A. (2020). Pola aktivitas olahraga sebelum dan selama masa pandemi covid-19 pada mahasiswa fakultas olahraga dan fakultas non-olahraga. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 6(3), 713-728.

Damayanti, Z., Margawati, A., & Noer, E. R. The Sedentary Lifestyle of Urban Adolescent Associated with Emotional Eating. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 4(1), 28-49.

Firmansyah, A. R., & Nurhayati, F. HUBUNGAN AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA SMP DI MASA PANDEMI COVID-19.