INTIMIDASI SEKSUAL

Aku mengalami intimidasi seksual, aku mendapat ancaman konten intimku akan disebar, kemana kah aku bisa meminta bantuan?

 

1. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (khusus perempuan dan anak)

Menyediakan layanan pengaduan, layanan psikologis dan sosial, layanan pendampingan korban

Korban dapat menghubungi P2TP2A Kemen PPPA yang sudah tersedia di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, karena nomor telepon di setiap daerah berbeda, maka korban dapat mencari di internet atau https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/view/58

Atau dapat menghubungi nomor Hotline Kemen PPPA 08111-129-129

2. Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA) Kementerian Sosial (Khusus anak yaitu dibawah 18 tahun)

Menyediakan layanan pengaduan khusus anak, layanan psikologis dan sosial oleh konselor professional, dan jika anak membutuhkan perlindungan khusus maka TePSA akan memberikan rujukan kepada lembaga yang ditunjuk

Anak dapat menghubungi nomor Hotline TePSA 1500-771 atau melalui nomor 0812-3888-8002 dapat menghubungi via telepon atau whatsapp

3. Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) (khusus perempuan disabilitas)

Menyediakan layanan pengaduan, layanan psikologis dan sosial, layanan bantuan hukum, layanan pendampingan kesehatan

Saat ini HWDI sudah terdapat perwakilan di beberapa daerah di Indonesia, sehingga dapat memperoleh tindakan cepat dari HWDI

Korban dapat menghubungi nomor handphone 0878-8930-9301 (Ibu Revita) atau email hwdi@hotmail.co.id

Mendapatkan ancaman penyebaran konten intim adalah salah satu dari bentuk kekerasan seksual. Kekerasan seksual bukan hanya perkosaan, kekerasan seksual termasuk: 1. Perkosaan, 2. Intimidasi seksual, 3. Pelecehan seksual, 4. Eksploitasi seksual, 5. Perdagangan perempuan untuk tujuan seksual, 6. Prostitusi paksa, 7. Perbudakan seksual, 8. Pemaksaan perkawinan, 9. Pemaksaan kehamilan, 10. Pemaksaan aborsi, 11. Pemaksaan kontrasepsi dan sterilisasi, 12. Penyiksaan seksual, 13. Penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual, 14. Praktek tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan, dan 15. Kontrol seksual.

Perempuan dan anak seringkali menjadi korban dari kekerasan seksual. Korban harus mencari bantuan agar bisa melanjutkan hidupnya. Tidak hanya korban yang dapat menghubungi bantuan tetapi kita sebagai orang yang mengetahui adanya kekerasan yang terjadi juga dapat mencari atau menghubungi bantuan yang tersedia. Mari bekerja sama untuk melindungi para korban dan mencegah terjadinya kekerasan seksual pada siapa saja.