Rasa Syukur

Awal bergabung di Rumah Belajar Senen (RBS), aku pribadi tidak pernah menyangka kalau akan terlibat sampai sejauh dan selama ini. Tak terasa tahun berganti, adik-adik yang kukenal waktu kecil kini sudah beranjak dewasa.

Memang tak semuanya bertahan sampai sekarang, ada beberapa adik yang sewaktu kecil bermain bersamaku dan kini sudah tak terlihat lagi di RBS. Hal tersebut terjadi kemungkinan dikarenakan kesibukkannya atau karena hal yang lain.

Adik-adik ini selalu mengajariku agar senantiasa bersyukur dengan keadaan yang aku jalani. Mengajariku untuk selalu semangat dan tetap tertawa untuk melupakan permasalahan yang ada.

Bahkan setelah sekian lama mengenal dan melihat mereka beranjak kian dewasa, aku banyak dibuat kagum dengan prestasi yang mereka torehkan. Beberapa adik juga ada yang membagikan ilmu dan bakat mereka padaku untuk kupelajari, dan aku senang bisa belajar dari mereka. Padahal dulunya, mereka yang selalu kuajari untuk membuat PR sekolah.

Tak luput juga para kakak-kakak yang juga turut mengajariku untuk tidak memandang status sosial orang lain, apakah lebih tinggi atau lebih rendah. Pokoknya selama di RBS status kami hanya satu yaitu "KAKAK".

Selalu ada canda tawa menyertai saat belajar di RBS, walau duka ldan elah juga tak luput dijumpai. Namun yang namanya "Rumah" adalah tempat dimana kita akan kembali, walau sejauh manapun kita akan pergi untuk berpisah.

Dan bagiku, RBS ialah suatu keluarga besar yang akan selalu memberi banyak warna.

 

-Ani-