Puasa Pada Ibu Hamil

          Sumber Gambar : https://www.istockphoto.com/

 

 By: Inspirasi Academy Sahabat Gizi – Ayuning Aprilia

 

Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dilakukan bagi setiap umat muslim dengan ketentuan sudah dewasa (Baligh), sehat, berakal, dan mampu melaksanakannya. Di Indonesia sendiri, waktu melaksanakan puasa kurang lebih selama 14 jam dengan waktu berbuka yang ditandai dengan Adzan Maghrib. Beberapa kelompok dapat memperoleh keringanan untuk tidak berpuasa, diantaranya adalah orang sakit, orang tua yang sudah renta, kaum musafir, ibu hamil yang khawair dengan kondisi janinnya, dan ibu hamil yang khawatir kondisi ASInya tidak mencukupi.

Saat hamil, tidak boleh terjadi gangguan karena dapat mempengaruhi perkembangan janin, resiko yang dapat ditimbulkan akibat ibu hamil yang kekurangan gizi sendiri ialah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Apabila ibu hamil mengalami kekurangan gizi maka volume darahnya menjadi turun, aliran darah ke plasenta turun, kemudian plasenta menjadi kecil dan akhirnya suplai makanan ke janin kurang dan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin. (Nur, 2002)

Menurut (Shahla, 2001), dari hasil penelitian yang mengaitkan hubungan janin dengan efek berpuasa ternyata tidak menimbulkan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Hal ini terkait dengan kondisi ibu yang berpuasa dan juga asupan makanan yang dibutuhkan tercukupi.

Apabila ibu hamil ingin berpuasa sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan, adapun zat gizi yang perlu diperhatikan selama berpuasa bagi ibu hamil ialah sebagai berikut :

  1. Kecukupan zat besi. (Sumber makanan : daging merah, kacang-kacangan, bayam, hati, dan lainnya.)

  2. Vitamin C. (sumber makanan : buah dan sayur.)

  3. Asam folat. (Sumber makanan : sayuran hijau, limpa, telur, daging, dan hati.)

  4. Kalsium. (sumber makanan : susu dan olahanya, ikan, brokoli, tahu, kacang-kacangam, dan lainnya.)

  5. Cairan, ibu hamil setidaknya mengkonsumsi air 2 liter per hari untuk memenuhi kebutuhan cairannya.

  6. Tidak mengkonsumsi lemak, garam, dan kafein secara berlebihan serta memilih bahan makanan yang tidak berpengawet.

  7. Mengurangi makanan dengan proses penggorengan.

  8. Konsumsi buah dan sayur yang cukup

  9. Melakukan olahraga ringan untuk ibu hamil agar tetap sehat dan menambah stamina fisik saat persalinan

  10. Hentikan puasa apabila mengalami keluhan seperti lemas, pusing, dan lainnya serta segeralah berkonsultasi pada ahlinya.

 

 

Link Instagram Materi ” Puasa Pada Ibu Hamil ” :

http://bit.ly/sahabatgizi_puasaibuhamil   

http://bit.ly/sahabatgizi_IGLIVEpuasaibuhamildanibumenyusui

 

 

Referensi :

1. Meida, Shani, Nur. 2002.  Pengaruh puasa Ramadhan pada ibu hami. Http://www.jurnalkedokeranyarsi.pdf

2. Nasrollahi, Shahla. 2001. Interrelation of Ramadan Fasting and Birth Weight, 14:3, 91-95.

http://www.MedicalJournalofIslamicAcademyofSciences.pdf

3. Rejeki, Sri, Rej. 2014. Hamil Sehat Saat Berpuasa. Artikel.

 http://lib.unimus.ac.id