Komunikasi dalam berganisasi selama Pandemi

Halo Binegers!

Kali kita akan membahas tentang “Komunikasi dalam berganisasi selama Pandemi”. Kenapa, sih, kita mau bahas ini?

 

Nah, komunikasi itu, 'kan, penting banget ya, Binegers, apalagi di masa pandemi seperti ini, di mana kita tidak bisa bertatap muka secara langsung. Tentu komunikasi itu sangat dibutuhkan dan penting sekali untuk kita saling menjaganya. Apalagi untuk anak-anak organisasi, nih, Binegers, pasti diharuskan untuk saling menjaga komunikasi, ‘kan, karena komunikasi dalam organisasi itu sangat penting agar tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi antar anggota.

 

Tapi, Binegers tahu enggak, nih, apa itu komunikasi dalam berorganisasi?

 

Menurut Pace, R. Wayne; Faules, Don F dalam bukunya yang berjudul “Organizational Communication“, disebutkan bahwa Komunikasi Organisasi merupakan bentuk pertukaran pesan antara unit-unit komunikasi yang berada dalam organisasi tertentu. Komunikasi organisasi melibatkan manusia sebagai subyek yang terlibat dalam proses menerima, menafsirkan, dan bertindak atas informasi.

 

Lumrahnya, suatu interaksi yang bertujuan untuk menyatukan dan mensikronisasikan seluruh aspek untuk kepentingan bersama sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi. Mengapa? karena tanpa adanya sebuah interaksi yang baik, mungkin saja organisasi tersebut tidak mencapai tujuannya. Nah, interaksi yang dimaksudkan di sini yaitu meliputi seluruh penyampaian-penyampaian informasi, instruksi program kerja atau mungkin pembagian program kerja.

 

Nah, apa, sih, tujuan komunikasi organisasi itu sendiri?

 

Ada banyak, loh, tujuan dari komunikasi dalam berorganisasi, salah satunya seperti yang sudah disinggung,

 

yaitu agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian informasi antar anggota. Karena setiap manusia mempunyai cara penyampaian komunikasi yang berbeda-beda secara verbal, jadi mau tidak mau kita harus membuat si penerima informasi itu mengerti tentang informasi yang kita sampaikan. Dengan demikian, semua pelaku organisasi itu harus mengedepankan komunikasi, juga bertindak satu sama lain guna membangun satu lingkungan kondusif dan mengetahui situasi-situasi apa yang akan terjadi di luar suatu dugaan karena kesalahan komunikasi sekecil apa pun pasti akan berakibat fatal.

 

Apa lagi, sih, tujuannya selain mengurangi kesalahan dalam penyampaian informasi?

 

Nah, tujuannya yaitu, untuk melakukan evaluasi.

Komunikasi juga bisa membantu untuk melakukan evaluasi di dalam organisasi. Pencapaian apa saja yang sudah diraih organisasi bisa dievaluasi untuk kemudian menjadi bahan masukan sebagai peningkatan dalam organisasi. Inilah mengapa kemudian organisasi dikatakan lebih cepat berkembang jika ada proses komunikasi yang tepat di dalamnya.

 

Selain itu, bisa untuk melakukan pengamatan.

Pengamatan secara langsung dari perkembangan organisasi bisa menjadi tujuan penerapan komunikasi dalam berorganisasi. Kegiatan ini merupakan sebuah hal yang memang patut diapresiasi mengingat organisasi yang baik akan selalu melakukan pengawasan dan pengamatan. Komunikasi akan membantu proses ini agar pengamatan tersebut bisa berjalan dengan mudah.

 

Nah, itu dia beberapa tujuan dari pentingnya berkomunikasi dalam berorganisasi.

 

Binegers tahu, enggak, bagaimana cara menjaga komunikasi tersebut selama masa pandemi?

 

Ada beberapa cara yang bisa Binegers terapkan, loh.

 

Yang pertama yaitu mencoba memahami orang lain juga memahami komunikasi non-verbal, yaitu komunikasi yang mencakup ekspresi wajah, gestur tubuh, kontak mata, postur, intonasi suara, serta teknik pernapasan. Dengan kita berusaha memahami komunikasi non-verbal, itu akan membuat kita terbiasa ketika kita tidak bisa bertemu dengan orang lain secara langsung. Karena sejatinya, manusia hanya mengetahui apa yang mereka lihat, tapi terkadang tidak bisa mengetahui apa yang mereka rasakan.

 

Kemudian yang kedua, yaitu menjadi seseorang yang asertif, maksudnya adalah mengekspresikan perasaan, pikiran, serta kebutuhan kita secara terbuka, jujur, namun tetap secara sopan kepada lawan bicara.

 

Normal bagi kita semua untuk mengalami kesulitan dalam berinteraksi akibat dari mengalami kelelahan emosional selama masa pandemi COVID-19. Demi menjaga hubungan yang baik dengan lawan bicara, kita bisa mengatasinya dengan bersikap asertif. Contohnya, ketika kita sedang merasa kelelahan, kita tentu bisa berbicara sejujurnya kepada orang lain tentang apa yang sedang kita rasakan saat itu, dengan berkata “saat ini Saya sedang merasa lelah karena banyaknya tanggungan yang harus saya kerjakan. Bolehkah jika saya beristirahat sejenak?”. Itu akan membuat orang lain merasa dihargai, daripada kita tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

 

Nah, Binegers, mungkin itu tadi beberapa penjelasan mengenai komunikasi dalam berorganisasi selama masa pandemi. Sebagai pemuda yang budiman, tentu kita itu perlu untuk menghargai sebuah komunikasi dengan orang lain, karena menajaga komunikasi itu sangat penting. So, jangan sampai miss komunikasi dengan orang lain ya, Binegers.


Penulis: Erlanda Dora Oktaviana