Berapakah Batas Konsumsi Gorengan Dalam Sehari?

              Sumber Gambar : http://www.wisatainfo.com

 

             By : Trianasari Alviani P, S.Gz – Sahabat Gizi

Makanan yang digoreng sangat umum sekali dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Makanan yang digoreng termasuk jenis makanan yang digemari. Rasanya yang gurih, renyah, ditambah harga yang murah membuat gorengan banyak disukai. Namun, kebiasaan makan gorengan dapat memberikan efek yang berbahaya bagi kesehatan loh, salah satunya obesitas dan penyakit degeneratif lainnya.

Sebenarnya Berapa Batas Konsumsi Gorengan Dalam Sehari ?

            Menurut hasil penelitian studi kohort menunjukkan bahwa, seringnya mengonsumsi makanan yang digoreng berkaitan dengan meningkatnya risiko hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Dalam penelitian tersebut melaporkan bahwa, orang yang mengonsumsi gorengan sebanyak 2-4 kali selama seminggu dan lebih dari 4 kali dalam seminggu memiliki risiko hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi gorengan kurang dari 2 kali dalam seminggu.

Hal ini dikarenakan, komposisi asam lemak dari minyak/lemak akan sangat berpengaruh terhadap penggunaannya. Selama proses penggorengan, terjadinya peningkatan suhu, dimana semakin tinggi suhu akan semakin cepat proses oksidasi. Hal ini mengakibatkan pembentukan radikal bebas akan cepat terjadi. Nah, proses oksidasi selama menggoreng makanan juga mampu meningkatkan jumlah asam trans-lemak dalam makanan yang secara positif meningkatkan risiko hipertensi.

Lho bagaimana kebiasaan orang Indonesia kalau makan pasti ada lauk yang digoreng?

Yap, benar sekali tentunya hal tersebut tidak mudah namun bisa diatasi dengan proses merubah kebiasaan buruk menjadi pola hidup lebih sehat. Yuk simak tips berikut ini ya.

1. Tanamkan mindset dalam diri kita bahwa segala apa yang kita konsumsi ada batasannya.

Taukah kamu, bahwa adanya batasan konsumsi lemak menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 30 Tahun 2013 yaitu 5 sendok makan atau sekitar 67 gram per hari. Nah hal ini bisa disiasati dengan cara mengatur penggunaan minyak pada saat memasak.

Kamu juga bisa memilih bahan baku untuk memasak yang lebih rendah lemak dengan cara membaca dan membandingkan kandungan lemak pada label kemasan yaa

2. Imbangi dengan konsumsi makanan tinggi serat

Makanan tinggi serat banyak terdapat pada buah dan sayur-sayuran. Selain tinggi serat sayur dan buah juga dapat mencegah kenaikan berat badan lho. Usahakan dalam setiap piring makanmu terdiri dari 1/3 sayuran seperti bayam, wortel, labu, serta 1/6 buah seperti pisang, apel, alpukat atau jeruk.

3. Penggunaan Minyak dalam Memasak juga perku diperhatikan

Usahakan gunakan minyak yang masih fresh dan minim pengulangan. Minyak yang digunakan berkali-kali akan meningkatkan asam lemak jenuh yang berbahaya untuk Kesehatan.

Selain itu, perhatikan suhu dan waktu saat menggoreng makanan. Makanan yang digoreng dengan suhu yang terlalu panas saat memasak dan waktu yang terlalu lama juga tidak baik lho untuk tubuh kita.

 

 

Link Instagram Materi ''Berapa Batas Konsumsi Gorengan Dalam Sehari ?'' :

http://bit.ly/SahabatGizi_BerapaBatasanKonsumsiGorengan

 

Referensi:

Wang, L.; Manson, J.E.; Forman, J.P.; Gaziano, J.M.; Buring, J.E.; Sesso, H.D. Dietary fatty acids and the risk of hypertension in middle-aged and older women. Hypertension 2010, 56, 598–604

Sayon-Orea, C.; Bes-Rastrollo, M.; Gea, A.; Zazpe, I.; Basterra-Gortari, F.J.; Martinez-Gonzalez, M.A. Reported fried food consumption and the incidence of hypertension in a mediterranean cohort: The sun (seguimiento universidad de navarra) project. Br. J. Nutr. 2014

Kemenkes 2013. Permenkes Nomor 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi kandungan gula, garam, dan lemak serta pesan kesehatan untuk pangan olahan dan pangan siap saji.

Fats and fatty acids in human nutrition: report of an expert consultation. FAO Food and Nutrition Paper 91. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations; 2010