Memantaskan Gizi Sebelum Menikah

                    Sumber Gambar: https://hype.my 

 

    By: Putri Wulan – Inspirasi Academy Sahabat Gizi

Menikah merupakan salah satu proses kehidupan yang diidamkan oleh semua orang, selain bernilai ibadah, dengan menikah setiap pasangan pastinya mengharapkan keturunan. Bagi pasangan yang ingin menikah biasanya hal yang dipusingkan tidak jauh dari persiapan resepsi, gedung, catering dan seberapa besar biaya yang diperlukan.

Ternyata bukan hanya itu aja lho yang perlu diperhatikan sebelum menikah, tetapi jangan lupa untuk memantaskan gizi ya sebelum menikah. Kenapa sih harus memperhatikan aspek gizi? Tujuannya agar tercipta keluarga yang sehat dan keturunan yang berkualitas serta diharapkan tidak terjadi masalah gizi baik selama masa kehamilan maupun bagi janin yang akan dilahirkan nanti.

Di Indonesia masih banyak ditemukan masalah gizi yang berkaitan dengan ibu hamil dan anak seperti anemia pada ibu hamil dengan prevalensi 48,9%, KEK (Kurang Energi Kronik) pada ibu hamil sebesar 17,3%, stunting pada anak dengan prevalensi 19,3% serta BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) sebesar 6,2% (Riskesdas, 2018). Masalah gizi tersebut dapat terjadi karena kurangnya asupan gizi baik sebelum menikah maupun pada masa kehamilan. Nah apa saja sih yang perlu diperhatikan dalam memantaskan gizi sebelum menikah?

  1. Memantau status gizi

Sebelum menikah, biasanya calon pengantin wanita melakukan diet agar terlihat langsing saat mengenakan gaun pengantin, tetapi kebanyakan diet yang dilakukan tidak memperhatikan aspek kesehatan. Padahal status gizi sangat penting untuk diperhatikan sebelum menikah yaitu dalam rentang normal. Status gizi dapat dilihat dari nilai IMT (Indeks Massa Tubuh) dimana nilai normalnya ≥ 18,5 – 25 kg/m2 atau dilihat dari LILA (Lingkar Lengan Atas) dengan nilai normal ≥ 23,5 cm. Status gizi yang kurang pada calon ibu akan berdampak pada masalah gizi KEK.

  1. Mengoptimalkan asupan zat gizi makro

Kurangnya asupan zat gizi makro dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dan berat badan bayi saat lahir. Defisiensi zat gizi makro pada masa sebelum kehamilan akan berdampak pada KEK. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dieni et al (2019) didapatkan hasil bahwa sebanyak 32 dari 61 calon pengantin wanita mengalami KEK. Apabila kondisi KEK tidak ditangani, maka akan menyebabkan masalah pada masa kehamilan, dimana suplai zat gizi ke janin tidak optimal sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, beresiko tinggi mengalami keguguran, dan beresiko melahirkan bayi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) (Fariski et al, 2020).

  1. Mengoptimalkan asupan zat besi

Zat besi merupakan mikromineral yang dibutuhkan sebagai inti dari hemoglobin yaitu unsur utama pembentukan sel darah merah. Asupan zat besi sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya anemia zat besi baik pada ibu maupun bayi (Garzon, 2020). Zat besi pada makanan terdiri dari dua jenis yaitu heme yang berasal dari hewani dan non heme yang berasal dari kacang-kacangan, buah-buhaan, sayuran dan biji-bijian (Setyawati dan Syauqy, 2014).

  1. Mengoptimalkan asupan asam folat

Asam folat berperan sangat penting untuk pencegahan cacat bawaan seperti NTD (Neural Tube Defec), selain itu dapat mencegah kelahiran bayi prematur dan BBLR. Defisiensi asam folat dapat menyebabkan kelainan neurologik, psikologik, metabolisme karbon dan anemia megaloblastik (Malley et al, 2018).

  1. Mengoptimalkan asupan vitamin B12

Vitamin B12 berperan untuk mengaktifkan asam folat dan dibutuhkan dalam metabolisme sel, terutama sel pada saluran cerna, sumsum tulang dan jaringan syaraf (Astriningrum et al, 2017). Sumber makanan yang mengandung vitamin B12 yaitu produk hewani seperti daging, hati sapi, hati ayam, telur dan susu serta terdapat juga pada kacang-kacangan.

 

 

Yuk Kunjungi Sosial Media Kami Untuk Dapat Info Lainnya Terkait Gizi Sebelum Menikah !

Link Instagram Materi “Sudahkah Anda Self Love dan Perhatian Terhadap Gizi”

http://bit.ly/sahabatgizi_selflove

Link Instagram Materi “Memantaskan Gizi Pada Masa Pra-Konsepsi (Edisi Pria)”
http://bit.ly/sahabatgizi_memantaskangiziedisipria

Link Instagram Materi “Mengapa Wanita Rentan Anemia”

http://bit.ly/sahabatgizi_mengapawanitarentananemia

Link Instagram Materi “Gizi Calon Pengantin”

http://bit.ly/sahabatgizi_gizipranikah

Link Instagram Materi “Pentingnya Skrining Pra-Marital”

http://bit.ly/sahabatgizi_skrinningpramarital

Link Spotify Materi ''Self-Love dengan Endurance dan Pola Makan Sehat''

http://bit.ly/sahabatgizi_selflove_spotify

Link Spotify Materi ''Obat Anti Galau Persiapan Menikah”

http://bit.ly/sahabatgizi_gizipranikah_spotify

 

Sumber :
Astriningrum E, Hardiansyah dan Nurdin N. 2017. Asupan asam folat, vitamin B12 dan
vitamin C pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan studi diet total. Jurnal Gizi Pangan.
12(1):31-40

Dieny F, Jauharany F, Fitriani D, Tsani A, Rahadiyanti A, Kurniawati D dan Wijayanti H.
2019. Kualitas diet, kurang energi kronis (KEK) dan anemia pada pengantin wanita di
Kabupaten Semarang. Jurnal Gizi Indonesia. 8(1):1-10

Fariski C, Dieny F dan Wijayanti H. 2020. Kualitas diet, status gizi dan status anemia wanita
prakonsepsi antara desa dan kota. Journal of The Indonesian Nutrition Association. 43(1):
11-24

Garzon S, Cacciato P, Certelli C, Salvaggio C, Magliarditi m DAN Rizzo FG. 2020. Iron
deficiency anemia in pregnancy : novel approaches for an old problem. Oman Medical
Journal. 35(5): 166

Maley E, Cawley S, Kennedy R, Reynolds C, Molloy a dan Turner M. 2018. Maternal
anemia and folate intake in early pregnancy. Journal of Public Health. 40(3): 296-302

Setyawati B dan Syauqy A. 2014. Perbedaan asupan protein, zat besi, asam folat dan vitamin
B12 antara ibu hamil trimester III anemia dan tidak anemia di puskesmas tanggungharjo
kabupaten grobogan. Journal of Nutrition Collage. 3(1) 228-234