Kebersamaan yang Membahagiakan

Halo! Namaku Ani. Aku seorang karyawati di Jakarta. Pada kesempatan ini aku mau sharing sedikit mengenai pengalamanku selama bergabung dengan Rumah Belajar Senen (RBS). Aku ceritakan dari awal mulanya saja ya, biar bacanya enak.

Jadi, aku tahu tentang RBS itu awalnya dari teman sekolahku. Dengan modal coba-coba, aku memutuskan untuk berpartisipasi di acara Jambore Sahabat Anak (JSA) tahun 2009. Di sanalah awal pertemuanku dengan anak-anak marjinal Senen. Ternyata, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan RBS membawa banyak dampak positif bagiku.

Aku merasa sangat senang bisa dipertemukan dengan adik-adik pada saat acara JSA. Walaupun kurang persiapan, namun dalam acara dua hari dua malam itu emosi kami terjalin kuat disana. Setelah acara selesai, kami sedih harus berpisah dengan adik-adik, sampai ada acara tangis-tangisan juga, hehe. Karena begitu berkesannya, akhirnya hal tersebut berhasil menggerakkan sebagian dari kakak-kakak untuk membuat kelas belajar mengajar di hari Sabtu.

Ketika aku ditawari untuk berpartisipasi, tanpa pikir panjang aku langsung menerimanya, karena kebersamaan dengan para adik begitu memberikan kesan tersendiri bagiku. Di kegiatan JSA tahun-tahun berikutnya, kami beserta dengan adik-adik yang tadinya tidak membawa penghargaan apapun akhirnya mendapatkan predikat Tenda Terdisiplin dan Tenda Terbaik di tahun berikutnya, hehe.

Dari kegiatan ini aku belajar bahwa tidak ada yang mustahil untuk kita lakukan bersama apabila kita memiliki tekad dan semangat yang sama. Selain itu, kami juga berkesempatan mengajarkan kepada adik-adik tentang semangat kedisiplinan dan tata krama. Hingga kami dapat melihat perubahan kecil yang bermakna dalam kehidupan adik-adik Senen.

Kegiatan belajar mengajar di hari Sabtu juga menjadi sebuah momen yang nggak bisa terlupakan buatku. Awalnya, banyak warga yang belum tertarik untuk mengizinkan anaknya bergabung belajar bersama kami tiap hari Sabtu. Rumah atau tempat yang tetap pun kami belum punya.

Banyak pengalaman menarik yang aku lalui. Aku pernah merasakan harus izin dulu ke orang tua untuk menjemput adik-adik belajar ketempat kami, pernah juga kami kehujanan saat kegiatan belajar di lapangan. Di luar kegiatan belajar mengajar, kami pernah bersama-sama membuat proyek perpustakaan keliling, berwisata ke Monas dan Museum, lalu mengadakan kegiatan lomba kemerdekaan.

 

Namun anehnya, walaupun letih, semua jadi terasa menyenangkan karena kami menjalaninya bersama-sama. Bersama dengan adik dan kakak RBS, walaupun terasa melelahkan secara jasmani dan emosi, namun selalu ada rasa bahagia yang dapat mengobati semua rasa lelah yang dirasa sebelumnya.

 

Momen berharga selanjutnya adalah ketika menemani adik-adik ke mall untuk pertama kalinya dan bermain di area bermain Kidzania. Seneeng banget bisa liat mereka main dengan gembira, karena bagi beberapa adik main ke mall adalah kesempatan yang langka.

Ada satu adik yang mengajakku berkhayal bila suatu saat nanti dia jadi orang yang sukses, dia pengen banget ajakin aku kembali jalan-jalan ke mall dan dibayari olehnya. Aku tersenyum dan berharap bahwa adik-adik dapat memperoleh kesuksesannya sendiri kelak seperti yang mereka harapkan.

Satu momen yang bikin aku terharu ketika Ida, salah satu adik yang aku temani bermain begitu perhatian ke aku. Waktu itu makan siang, namun konsumsi untuk kakak-kakak belum ada, sehingga kami prioritaskan adik-adik biar bisa makan terlebih dahulu.

 

Ida, yang melihatku belum makan, menawarkan minuman dan makanannya kepadaku dengan alasan dia nggak suka minumannya dan sudah kenyang. Padahal aku tahu, sebenarnya dia kelaparan.

 

Cuma mungkin karena dia kasihan melihat mukaku yang kelaperan kali ya, hehe. Jadinya, dia menawarkan makanan dan minumannya. Aku tersentuh banget karena belum pernah menemukan ketulusan dan bentuk perhatian seperti itu dari seorang adik kecil, dan cara ia menawari kebaikannya pun terasa sangat polos, lugu, membuat hati aku makin tergerak. Untungnya setelah itu konsumsi buat kakak-kakak dateng, sehingga aku bisa makan bersama dengan Ida dan juga adik-adik yang lain.

Ah, mengingatnya baru saja sudah membuatku merasa rindu akan kebersamaan dengan adik-adik dan juga kakak-kakak di RBS. Harapanku untuk RBS kedepannya adalah agar tetap ada dan terus berinovasi, tanpa menghilangkan semangat dalam membawa perubahan positif bagi kehidupan adik-adik RBS.

Untuk para relawan dan adik-adik di RBS, mari sama-sama senantiasa untuk terus belajar. Tidak hanya adik-adik saja yang belajar, namun para kakak juga agar tetap terus belajar agar senantiasa menjadi teladan yang baik bagi generasi penerus bangsa ini. Tetap semangat !

Salam Cinta,

Ani