Ada HAM versi Anak??

Anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa serta sebagai sumber daya manusia di masa depan yang merupakan modal bangsa bagi pembangunan yang berkesinambungan (sustainable development). Sepertiga penduduk Indonesia – atau setara dengan sekitar 85 juta jiwa – terdiri dari anak-anak berusia 0-17 tahun. Bisa disimpulkan bahwa masa depan bangsa Indonesia hampir sepenuhnya dipikul oleh anak-anak. Oleh karena itu pemenuhan hak dan perlindungan perlu diberikan demi kemajuan bangsa.

Berbicara mengenai Hak, Sahabat SAN tahu tidak, ternyata anak-anak mempunyai haknya sendiri loh..

Kira-kira, apasih Hak Anak itu?

Hak Anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh seluruh masyarakat, mulai dari orang tua hingga pemerintah pusat.

Diatur dalam Konvensi Hak-Hak Anak yang disahkan oleh PBB, ada 4 golongan Hak yang Harus Didapatkan oleh Anak.

  1. Hak Kelangsungan Hidup.

Anak-anak berhak untuk hidup. Mereka berhak untuk melestarikan dan mempertahankan hidupnya, mereka juga berhak memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya sehingga mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa.

  1. Hak Perlindungan.

Setiap anak berhak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.. Mereka jga berhak melakukan kegiatan keagamaan dan kebudayaan secara bebas. Hak ini juga mengatur bahwa anak-anak belum diizinkan bekerja dan harus diperlakukan secara baik tanpa mendapatkan kekerasan.

  1. Hak Tumbuh Kembang.

Anak-anak berhak memperoleh pendidikan dan mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial. Setiap anak memiliki hak untuk sekolah, mendapatkan tempat tinggal, serta mendapatkan makanan dan minuman yang layak. Hak ini juga mengatur bahwa anak memiliki berhak bermain dan mendapatkan istirahat yang cukup, karena hal itu diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

  1. Hak Berpartisipasi

Anak-anak punya hak untuk menyatakan pendapatnya mengenai hal-hal yang berkaitan dan memengaruhi anak-anak. Dalam hak berpartisipasi, anak-anak juga berhak untuk menyatakan pendapatnya yang berhubungan dengan kehidupannya.

 

Sayangnya, tidak semua anak mempunyai kesempatan yang sama dalam merealisasikan harapan dan aspirasinya. Banyak diantara mereka yang beresiko tinggi untuk tidak tumbuh dan berkembang secara sehat dan hidup dengan makmur. Penyebabnya antara lain karena keluarga yang miskin, orang tua bermasalah, tidak mendapat perlakuan yang baik, ataupun diterlantarkan oleh orang tuanya sendiri. Terlebih lagi  anak-anak yang tinggal di daerah konflik bersenjata. Hak-hak mereka sudah pasti terabaikan dan membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi tindakan kekerasan.

Sejumlah badan PBB untuk wilayah Israel dan Palestina melaporkan bahwa makin banyak anak-anak yang menjadi korban peperangan antar kedua negara ini. Laporan PBB menunjukkan bahwa korban tewas yang masih berusia anak-anak telah mencapai jumlah yang mengkhawatirkan.

Banyak anak-anak Palestina yang tewas akibat cedera yang disebabkan oleh pasukan Israel. Selain itu, terjadi juga penahanan terhadap anak-anak Palestina, serangan terhadap sekolah, dan dugaan perekrutan tentara anak oleh militan Palestina.

 

Pada hakikatnya, anak-anak sangat membutuhkan bantuan orang dewasa untuk hidup dengan tenang dan sejahtera. Jika sebagai orang dewasa kita tidak bisa melindungi hak-hak anak, jangan harap bangsa kita akan maju dan makmur. Mari kita kawal terus perlakuan masyarakat terhadap anak-anak agar calon-calon penerus bangsa ini bisa tumbuh menjadi orang hebat. Menurut kalian, hal apa saja yang bisa kita lakukan sebagai individu untuk membantu melindungi Hak-hak anak??