Overfishing di laut indonesia #ThrowbackBasaBasiLaut2

Overfishing adalah ekploitasi berlebihan terhadap sumber daya perikanan tangkap, biasanya rentan dilakukan oleh perusahaan perikanan tangkap berskala besar. Mengapa overfishing ini tidak suistainable? Karena penggunaan jaring kapasitas besar dengan lubang yang kecil dapat menjerat bibit-bibit ikan yang belum masuk masa tangkap atau beratnya belum cukup. Umumnya setiap komoditas ikan memiliki berat layak tangkap yang berbeda tergantung jenisnya, contohnya ikan kerapu memiliki berat layak tangkap  500 gram.

Dampak dari overfishing berbahaya karena ketika ikan kecil yang belum sempat berkembang biak ikut terperangkap pada masa berikutnya akan terjadi pengurangan populasi ikan yang baru. Jika kejadian ini terus terjadi sedangkan sumber daya laut kita belum sempat recover bisa menyebabkan ekosistem laut collapse. Terlebih jika penggunaan jaring troll kedasar laut digunakan bisa merusak terumbu karang yang pada akhirnya mempercepat collapse.

Ada 2 solusi untuk mengatasi overfishing ini yaitu : sustainable catcher fisheris, sustainable seafood. Sustainable catcher fisheris ini mengatur alat tangkap apa yang digunakan apakah sesuai dengan ikan yang akan ditangkap, apakah akan merusak habitat ikan atau terumbu karang, ikan apa yang boleh ditangkap, dan tempat area penangkapannya. Harapan nya Sustainable catcher fisheris ini menjadikan industri penangkapan ikan tetap bisa menghasilkan profit dengan tetap meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas mereka.

Sustainable seafood ini adalah peran yang dilakukan oleh para konsumen dalam memilih membeli seafood yang didapat dari hasil penangkapan dan pengolahan yang lebih ramah lingkungan. Contohnya kita bisa melihat perusahaan mana yang menerapkan sustainable catcher fisheris pada produk yang mereka hasilkan lewat platform seafoodsavers.org

Oleh: Arie Cahyono