Hari Anti Narkotika Internasional

26 Juni dijadikan tanggal dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) oleh United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 26 Juni 1988.

 

Kira kira apa sih Narkoba itu?

Narkoba yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan obat terlarang, atau KKRI (Kementrian Keseharan Republik Indonesia) sering menyebut dengan sebutan NAPZA yaitu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya. 

Narkoba atau NAPZA merupakan kelompok senyawa yang pada umumnya memiliki resiko tinggi yang menyebabkan kecanduan bagi penggunanya. Berdasarkan kesepakatan para pakar kesehatan, narkoba merupakan sebuah senyawa psikotropika yang sudah biasa digunakan untuk membius pasien saat sebelum dilakukannya operasi atau menjadi obat – obatan bagi penyakit tertentu. Tahun 2015 tercatat ada 35 jenis narkoba yang sering disalahgunakan oleh pengguna narkoba di Indonesia, dari yang harganya paling murah hingga ke harga paling mahal.

 

Bagaimana Pandangan Menurut Hukum Indonesia?

Menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 . Narkotika sendiri merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau non-tanaman, baik sintesis maupun semi-sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, kehilanfan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Menurut UU No.35 Th 2009 berikut beberapa jenis narkotika di Indonesia :

  • Tanaman Papaver, Opium Mentah, Opium Masak, Opium Obat, Morfina, Kokaina, Ekgonina, Tanaman Ganja, dan Damar Ganja.
  • Garam – garam dan turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran – campuran dari bahan – bahan di atas.

Sedangkan Psikotropika menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1997 berarti zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku.

Menurut UU No.5 Th 1997 berikut beberapa jenis psikotropika di Indonesia :

  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Bahan Adiktif berbahaya lainnya seperti bahan – bahan alamiah, semi sintesis maupun sintesis yang dapat dipakai sebagai pengganti Morfina maupun Kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat, seperti Alkohol.

 

Jauhi Narkoba dekati Nasi Padang.