PUISI : Hemanta [Musim dingin]Karya Rera

Hemanta [Musim dingin]

Karya Rera

Udara kian lembab dedaunan menggugur dirinya di jalan kota.
 
Aroma musim dingin, tangkai yang kering, rerumputan membeku dan….

Tapi, lidahku masih semekar bunga di musim semi ketika berkisah tetang harumnya dua cangkir kopi di depan perapian malam itu.

Padang, 21-6-21

Puisi diatas adalah salah satu puisi terpilih dari Challenge puisi bulan Juni di Komunitas Ruang Sastra. 

Penulis yang akrab dipanggil Rera ini, lahir 21 tahun yang lalu, sehari sebelum Hellowen katanya, seorang intj-a. 
Bukan pencinta horor tapi menikmati semua yang bisa dibaca dari buku -semua-. 

Aktifitasnya sekarang sebagai mahasiswa tahun akhir di salah satu universitas di kota Padang, menyukai dunia sastra sejak mengalami kesulitan bicara dan berekspresi. 

Bergabung di Ruang Sastra sejak tahun 2019, dan kalian harus tau Ruang Sastra bukan sekedar sebuah komunitas.

"Aku belum punya buku yang tertuliskan nama sendiri, tapi kalian bisa menemukan coretan-coretanku yang lain di Twitter @riadirera dan kalau berniat mendengarkan hal-hal overtaking. Bisa berkunjung ke podcast aku di channel Selamat Tidur" 

*

ditulis kembali oleh Darsh