SHARING KNOWLEDGE : “Tips Menulis Non-Fiksi agar dilirik Penerbit Mayor Bersama Heni Novita Sari, M.pd. Dosen UHAMKA dan Penulis Multigenre”

 

Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 19.00 WIB semua anggota Ruang Sastra melakukan kegiatan Sharing Knowledge bersama Ibu Heni Novita Sari, M.pd. Ibu rumah tangga, pegiat literasi, penulis multigenre sekaligus Dosen UHAMKA. Acara berlangsung sangat seru dipandu oleh Host of Event Ruang Sastra yaitu Ariantini, Idol 1 Ruang Sastra 2020.

Acara Sharing Knowledge hari ini mengambil tema “Tips menulis Non Fiksi agar dilirik Penerbit Mayor.” Berikut adalah moment keseruan Sharing Knowledge yang akan kami bagikan untuk teman-teman RuaS dimana pun kalian berada.

Pembukaan dari Moderator

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Shalom

Om Swastyastu

Namo Buddhaya

Salam Kebajikan

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua

๐Ÿฅณ๐Ÿฅณ๐Ÿฅณ

Sebenarnya saya tidak mau perkenalkan diri lagi, tapi rasa-rasanya kalau tidak perkenalan itu membuat rasa sayang di antara kita berkurang. Jadi, izinkan saya perkenalkan diri. Saya Ar ๐Ÿคญ๐Ÿคญ selaku moderator pada acara sharing ini.

Malam ini kita mendapat kesempatan untuk mengikuti Sharing Knowladge yang kedelapan

Whaaaa sudah banyak ternyata. ๐Ÿ˜Š

Nah, pemateri kita kali ini adalah Kak Heni Novita Sari dan, topik dari Sharing kita adalah “Tips Menulis Non-fiksi Agar Dilirik Penerbit Mayor”

 

Karena dalam sharing kali ini teman-teman akan mendapatkan ilmu yang keceh badai dan sangat bermanfaat.๐Ÿฅณ

Pemateri

Alhamdulillah, malam ini saya mendapat kesempatan  bisa dipertemukan dengan teman-teman Ruang Sastra. Malam yang rileks ini, kita diajak sharing knowledge tentang bagaimana Tips Menulis Nonfiksi Tembus Penerbit mayor.

Moderator

Baiklah supaya tidak terlalu banyak membuang waktu kita langsung saja kepada Ibu Heni Untuk menyampaikan materi๐Ÿค—

Waktu dan tempat saya persilakan Ibu๐Ÿ™

Pemateri

Terima kasih teman-teman semua. Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Tuhan dan lancar semua urusan, Aamin. Teman-teman, saya akan share materinya terlebih dulu ya. Silahkan teman-teman dibaca dulu ya materinya (Materi akan kami lampirkan dibagian akhir ya teman-teman, karena berupa File Photo).Sambil dibaca, saya sedikit ingin sharing.Saya mulai menulis ketika masih mahasiswa S1 di semester 2. Mulai ikut pelatihan kepenulisan, membuat naskah drama, puisi, nonfiksi, cerita anak, dan belajar menulis fiksi hingga kini.

Dalam menulis nonfiksi, saya terbiasa menggunakan data, seperti: wawancara dan observasi agar lebih akurat. Oh ya saya akan kirimkan contoh tulisan nonfiksi saya yang tembus penerbit mayor di penerbit Quanta, Gramedia.

 

 Persepsi Menikah Menurut Opini Lajang

Rasullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud:

 “Barangsiapa memberi karena Allah, menolak kerena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.”

Status lajang adalah status yang belum menikah dan punya banyak pilihan. Apakah anda ingin menikah dan mengapa harus menikah? Mungkin anda belum mau serius untuk memikirkannya. Atau anda mungkin sudah siap menikah tapi jodoh belum datang. Tentu banyak alasan dan pilihan kapan menikah buat anda yang masih lajang. Berikut ini beberapa pendapat responden tentang alasan harus menikah:

1.            Sanjaya, 27, karyawan

“Mengikuti sunnah Rasul, memperoleh pahala, ingin memiliki keluarga & keturunan.”

2.            Riyanto, 23, karyawan

“Karena di dalam Islam, menikah itu wujud penyempurnaan ibadah karena Allah semata.”

3.            Willy, 19, karyawan

“Ingin perubahan.”

4.            Ahmad, 20, karyawan

“Ya, untuk mendapatkan keturunanlah.”

5.            Amalia, 20, karyawan

“Untuk memperoleh keturunan.”

6.            Hasbi, 19, karyawan

“Untuk memiliki generasi penerus. Pernikahan dianggap simbol sukses.”e

7.            Radit, 23, mahasiswa

“Karena merupakan kewajiban ibadah kepada Allah Swt.”

8.            Dwi, 23, mahasiswa

“Harus menikah untuk memperoleh teman hidup dan menghindari fitnah.

9.            Rasti, 22, guru

“Karena manusia diciptakan berpasang-pasangan. Saya pikir menikah itu dapat mententramkan hati, membuat seseorang merasa aman, khususnya perempuan yang telah menemukan sosok yang bisa melindungi dan membimbingnya.”

10.          Cahya, 25, karyawan

“Karena menikah adalah wujud kasih sayang nyata manusia yang ditakdirkan laki-laki dan wanita untuk hidup Bersama. Selain itu, menikah itu untuk melanjutkan garis keturunan manusia.”

Ragam usia, ragam opini. Lajang tumbuh mengikuti masa perkembangan usianya. Ketika lajang cukup usia untuk menikah, cinta mulai hadir dalam hidupnya. Ibarat buah mangga matang dan siap dipetik.  Namun, prosesnya penuh warna – warni. Masalah prinsip, ego, usia, status ataupun kendala faktor lainnya.

Secara garis besarnya terkait persepsi lajang tentang alasan untuk menikah memang sebagai salah satu kesempurnaan ibadah kepada Allah Swt, mengikuti sunnah Rasul, tak lepas dari hidup berpasang-pasangan, dan memperoleh garis keturunan sebagai generasi penerus bangsa. Pada umumnya, mereka telah menyadari tentang pentingnya suatu pernikahan. Ini berarti bahwa lajang tak ingin hidup sendiri. Cinta menjadi amat penting dalam melangsungkan kehidupan umat manusia. Semua seisi alam semesta tercipta berpasang-pasangan. Kehidupan di dunia juga akan dapat berlanjut dan berkembang dari keturunan makhluk hidup yang selanjutnya. Oleh karenanya, Allah Swt telah menitipkan cinta sebagai amanah hidup sepenuhnya pada manusia yang memiliki cipta, karsa, dan rasa. Teman-teman, sekedar sharing ya, saya pun masih belajar. Ini salah satu contoh tulisan saya yang terlampir data persepsi responden dari hasil wawancara sesuai topik yang saya tulis. Namun, sebelumnya saya membuat angketnya terlebih dahulu.Ops, tapi jangan anggap susah nonfiksi itu ya. Setiap penulis punya cara dan gaya menulis masing-masing.๐Ÿ™

 

Moderator

Wah karyanya bagus sekali Bu, semoga bisa menjadi inspirasi bagi peserta sharing malam ini ya. Nah buat teman-teman jangan langsung menganggap karya non-fiksi itu susah loh ya. Silahkan yang ingin bertanya bisa langsung bertanya dan jangan lupa untuk tag Bu Heni ya.

 

Sesi Tanya – Jawab

 

Tanya :  Setelah kita menulis, apakah kita harus survei penerbit dulu yang sesuai dengan tulisan kita apa langsung mengirimkan ke penerbit. Terimakasih bu.

 

Jawab : Waktu pengalaman saya, saya sambil menulis, survei ke toko buku sambil melihat topik tulisan yang sevisi dengan tulisan saya. Bila ada buku yang cocok, saya beli dan baca habis deh. Ibaratnya sambil menulis sambil menyelami. Kita juga harus peka terhadap apa yang kita lihat, alami, dan kita dengar di lingkungan sekitar yang bisa kita jadikan data nonfiksi.

 

Tanya :  Saya Nasywa ingin bertanya: Misalkan kita mengunjungi suatu tempat beberapa waktu yang lalu, dan baru sekarang menulis artikel tentang tempat tersrbut sesuai apa yang kita amati dulu, sedangkan tempat itu sekarang sudah mengalami perubahan. Maka apakah artikel tersebut termasuk cacat? Mohon jawabannya. Terima kasih.

 

Jawab: Tidak, kak. Iya, dipaparkan saja apa adanya yang bisa berbentuk storytelling atau narasi pembuka cerita atau bisa alternatif lainnya. Tergantung mbak mau bawa kemana info yang mbak peroleh ya.

 

 

Tanya : Bagaimana sih Bu agar kita bisa mengetahui visi dan misi penerbit mayor?

Terima kasih, Bu๐Ÿ™

 

 

Jawab:  Bisa kita lihat & baca buku-buku yang diterbitkan penerbit mayor. Di toko buku banyak bisa kita lihat ya.Tiap penerbit punya kelompok jenis tulisan, apakah tentang parenting, buku pelajaran, atau yang lainnya.Plus, gaya penulis di dalamnya juga bisa mempengaruhi. Kalau di Quanta, bahasa tulisan terlihat ringan dan mudah dicerna. Semoga bisa dipahami.๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

 

Tanya:  Saya Fitria ingin bertanya

Bagaimana kita menarik perhatian agar orang membaca buku non-fiksi?

 

Jawab Kita perlu mengemas judul yang menarik, isi tulisan yang mudah dimengerti, mengalir, mudah dicerna, & nyaman di mata pembaca. Tambahan lagi, umumnya editor juga menerima naskah berdasarkan feeling dan membaca pasar. Jadi, kita perlu mengangkat tema yang sedang burning issues, kak. Alhasil, pembaca yang akan memilih.

 

 

Tanya: Seberapa banyak riset yang kita butuhkan dalam menulis non-fiksi?

 

 

Jawab : Sebenarnya tidak jadi patokan, kak. Ini bergantung seberapa banyak yang dibutuhkan penulis. Kalau saya pribadi, iya tema yang saya angkat, apakah nantinya data yang dibutuhkan bisa dituang dalam bentuk storytelling, hasil wawancara juga, atau yang lainnya. Jadi, saya coba gali sesuai yang saya butuhkan saja. Mengapa data perlu buat saya? Karena untuk mempertajam fakta dan menarik pembaca untuk membaca. Bahkan ada penulis nonfiksi terbitan mayor yang tidak memerlukan data hasil wawancara dan observasi. Mereka hanya melampirkan referensi sumber pustaka saja, kak. Ini bergantung gaya penulis masing-masing, kak.๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

 

 

Moderator

 

 

Sudah semua terjawab ya?๐Ÿ˜

Antusias banget nih temen-temen semua๐Ÿ˜Kalau sudah semua saya tutup sesi QnA nya ya.

Terima kasih untuk yang sudah bertanya๐Ÿค—

 

Dan untuk Bu Heni terima kasih juga jawabannya sangat padat dan bermakna.

 

Moderator

 

Baiklah teman-teman, acaranya malam ini seru sekali sampai gak terasa malamnya para jomblo udah tersita banyak. Semoga masih ada waktu untuk menikmati kesendirian ya. ๐Ÿ˜€

Untuk Bu Heni saya ucapkan banyak terimakasih karena telah menyempatkan waktunya untuk bermain di Ruang Sastra ini. Jangan kapok ya Bu, semoga dari on line kita bisa bertemu secara offline dalam acara yang sama. Aamiin.

 

Untuk para tamu undangan, kami juga mengucapkan banyak terimakasih, mohon maaf bila situasi rumahnya agak sedikit ricuh. Untuk acara Sharing Knowledge kami tidak menyediakan notulensi. Namun kami akan menuliskan semuanya di Web Ruang Sastra yang nanti dapat teman-teman unduh di aplikasi Sosialconnect yang ada di Playstore.

Terimakasih untuk malam ini, semoga ilmu yang kita dapat dari Bu Heni malam ini menjadi manfaat bagi kita semua dan juga menjadi ladang ibadah untuk Bu Heni tentunya.

Salam literasi, salam sayang banyak-banyak dari Ruang Sastra.

 

Pemateri

 

 Alhamdulillah

Terima kasih mbak Ariantini dan teman-teman semua

Mohon maaf bila saya tak luput dari taraf belajar, kekurangan, maupun keterbatasan. Semoga bisa membantu.๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

 

Moderator

 Ilmunya sangat membantu dan bermanfaat bagi kami semua๐Ÿ˜๐Ÿ™

Ttd

 

All Admin