Bertekad Mengubah Perekonomian Keluarga , Ini Kisah Aldin yang Berhasil ke Bangku Kuliah

“Perkenalkan nama saya Aldin, lulusan dari salah satu SMK jurusan otomotif di Jakarta. Saat ini saya sedang berkuliah semester 2 (dua) jurusan Manajemen Informatika di salah satu perguruan tinggi swasta Jakarta,” ungkap Aldin Supardi memperkenalkan diri.

Aldin adalah salah satu adik binaan Rumah Belajar Senen RBS). Ia adalah anak pertama dari enam bersaudara yang lahir dan besar dalam keluarga yang sangat sederhana namun penuh semangat. Kedua orangtua Aldin selalu berpikiran positif dan mengedepankan pendidikan untuk anak-anaknya. Dapat dikatakan, mereka adalah contoh orang tua yang patut diteladani karena tidak pernah menyerah memperjuangkan masa depan anak-anaknya meski kondisi perekonomian terbatas.

Sejak berusia tujuh tahun, Aldin sudah mengenal RBS. Ia dan teman-temannya belajar dan bermain di lapangan kecil hanya dengan beralaskan tikar seadanya. Terik panas matahari atau beceknya tanah  karena hujan tidak menurunkan semangat mereka untuk belajar bersama. Semangat inilah yang membuat Rumah Belajar Senen terus ada dan berkembang, berkat kebaikan dari banyak pihak, Rumah Belajar Senen kini mampu menyewa tempat yang layak sehingga adik-adik bisa belajar dengan nyaman.

Hal inilah yang membuat Aldin sangat bersyukur, pasalnya Ia belum pernah menemukan tempat untuk dirinya dan teman-temannya belajar bersama. Kehadiran kakak-kakak yang hangat, ramah, selalu mengajak dan memotivasinya untuk selalu belajar pun diakui Aldin sangat berpengaruh terhadap kehidupannya saat ini.

“Kakak-kakak terus memotivasi kami, membuat saya dan adik-adik lainnya lebih sadar akan pentingnya belajar untuk meraih apa yang diimpikan. Banyak kakak yang masih saya ingat kala itu. Mereka adalah kak Pritha, kak Widya, kak Nosen, kak Ibnu, dan kak Martianingrum,” ungkap Aldin.

Aldin mengatakan bahwa tidak ada keterpaksaan dari pihak manapun untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di Rumah Belajar Senen. Namun menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan rutinitas akhir pekan yang sayang untuk dilewatkan. Hal ini dikarenakan Rumah Belajar Senen tidak hanya mengajarkan tentang materi pelajaran seperti di sekolah tetapi terkadang juga mengadakan kegiatan edukatif lainnya seperti jalan-jalan mengunjungi museum, bermain di pantai, berkemah dan banyak kegiatan menyenangkan lainnya.

Selain itu, ada banyak hal yang memotivasi Aldin untuk tetap selalu berada di lingkungan Rumah Belajar Senen, mulai dari ingin memiliki nilai bagus di sekolah, mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dari pada orang sekitarnya yang lulus SD lalu menikah muda, dan tanggung jawab dia sebagai anak pertama untuk kelima adik-adiknya. Dia ingin menjadi contoh baik untuk adik-adiknya yang masih kecil dan juga orang-orang di sekitarnya. Dia tidak ingin hal-hal yang kurang baik menjadi warisan di lingkungannya.

Tekad Aldin adalah menjadi sukses. Aldin ingin mengubah keadaan perekonomian keluarga menjadi lebih baik lagi kedepannya. Dia berharap, adik-adiknya kelak juga bisa meneladaninya dan bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Orang tua Aldin pun selalu mendukung setiap keputusan yang Aldin ambil dan tidak pernah memaksakan kehendak. Aldin dan keluarga yakin kalau sesuatu yang dipaksakan akan mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Dia tidak ingin apa yang dikerjakannya tiba-tiba putus di tengah jalan.

Salah satu tokoh yang menjadi role model Aldin adalah Jack Ma. Dia ingin menjadi sukses dan memulai semua usahanya dari bawah. Banyak rencana yang ingin Aldin capai setelah lulus kuliah, salah satunya bisa bekerja di KOMINFO karena memang jurusan yang dipilih saat ini sangat berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Selanjutnya, Aldin berpesan kepada teman-teman di Rumah Belajar Senen dan dimanapun itu untuk tetap selalu bermimpi.

“Bermain boleh tapi harus lebih bisa menempatkan kapan harus berhenti bermain dan memulai untuk belajar, begitu pun dalam bergaul harus tahu batasnya.” pungkasnya.

Semangat ya Aldin!..

Itu adalah sepenggal kisah  Aldin, tentang pengalamannyatumbuh bersama Rumah Belajar Senen. Aldin dan anak- anak marjinal lain di Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dengan  dukungan dan kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-citanya. Sejatinya, setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pengasuhan, kesehatan, perlindungan, dan juga pendidikan.

Oleh karena itu, mari kita bantu mereka menjaga impiannya dengan terus menyayangi dan mendukungnya. Dalam hal ini tentu peran dari orang tua, guru, sekolah, dan lingkungan sangatlah besar. Rumah Belajar Senen akan tetap selalu berusaha memenuhi hak anak untuk mendapatkan perlindungan melalui program Sahabat Anak 2021 yaitu Aku Disayang, Aku Dilindungi”. Mari kita bergandeng tangan! Bersama, melindungi mimpi dan masa depan anak negeri.