Penulis Disabilitas Mampu Membuka 10 Cabang Penerbitan

RIB-“Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil” kutipan tersebut sesuai dengan yang dialami oleh Ariny N.H., pemilik dari AT Press yang sekarang sudah mempunyai 10 cabang. Bermula dengan 0,- Rp ia mampu mengembangkan usahanya menjadi besar seperti sekarang. Mengawali karir dengan menjadi editor, editor cover, dan layout yang ia kerjakan sendiri, Ariny mampu membuktikan bahwa kerja keras yang ia alami sekarang berbuah manis.

              Fokus dari AT Press sendiri adalah naskah terbit dengan mayor sehingga menjadikan bahwa menulis bukanlah hal yang sia-sia. Dengan cara seperti itu AT Press membuktikan bahwa dengan hasil terbit yang mayor mereka mampu untuk tumbuh dan berkembang hingga sekarang. Tak bisa dipungkiri lagi memang dengan hasil terbit yang mayor sebuah penerbitan akan lebih terlihat masyarakat umum.

              “Tak ada gading yang tak retak” kutipan tersebut sesuai dengan perjalanan yang telah dilalui oleh AT Press. Banyak lika-liku yang telah terjadi. “Banyak drama, cekcok dengan AT Family—sebutan karyawan AT—maklumlah beradaptasi dengan karakter memang tak mudah,” ungkap Ariny. Seperti yang diungkapkan oleh Ariny bahwa sistem kerja yang dijalankan oleh AT Press adalah sistem kekeluargaan. Jadi, yang mengatur gaji dari tim tanpa campur tangan dari pusat.

              Dalam memulai kiprahnya menulis Ariny bukan tanpa hambatan. Ia merasakan susahnya memulai karir dalam menulis. Ariny sempat ditentang oleh orang tuanya bahwa keputusan untuk menjadi penulis bukanlah pilihan yang tepat. Namun, tekad dan semangat pantang menyerah yang ia muliki membuatnya untuk terus melanjutkan hidupnya menjadi seorang penulis.

              Prinsip yang selalu ia pegang sampai sekarang adalah yakin bahwa ia memliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kondisi fisik yang terbatas justru membuatnya lebih produktif untuk menulis yang akhirnya dapat membuat dirinya terkenal hingga sekarang.  Selain menjadi penuis dan mengurusi penerbitan AT Press, Ariny juga mempunyai bisnis lain dengan membuka konter pulas (Arsha Cell) serta percetakan (Arsha Print).

              Selain prinsip yang Ariny pegang teguh sampai sekarang, ia mempunyai motivasi agar tidak kendor saat menjalankan kehidupannya. “Motivasi gue ketika lelah ingin berhenti, gue selalu ingat perjuangan gue sampai di titik ini,” ungkapnya. Dari situlah Ariny selalu giat dalam menjalankan aktivitasnya mengatasi bisnisnya yang sekarang sudah mulai menjamur ini.