Dulu Sekarang : Pendidikan Indonesia Yang Terjajah Hingga Merdeka

76 tahun sudah berlalu, 76 tahun juga negeri ini telah merdeka. Kemerdekaan Indonesia gak cuma memerdekakan satu aspek aja. Pembebasan berbagai aspek jadi anugerah untuk negara yang merdeka, salah satunya kemerdekaan pendidikan. Sebelum kemerdekaan pendidikan diraih, ilmu pengetahuan dan hak untuk berilmu masyarakat Indonesia juga ikut dibelenggu oleh penjajah. Seperti kata Tan Malaka : “Kalau Indonesia tidak merdeka, maka ilmu alam itu akan terbelenggu pula.” Untuk tahu lebih lanjut, yuk kita sedikit menjelajah waktu.

PENJAJAHAN PORTUGIS

  • Tahun 1536 Antonio Galvano salah seorang penguasa Portugis, mendirikan sekolah seminari (sekolah agama Kristen) untuk anak-anak dari pemuka Pribumi.
  • Sekolah yang didirikan di Ambon tersebut merupakan sekolah modern pertama di Nusantara.
  • Tujuan pendidikan saat itu adalah untuk menyebarkan agama Kristen sebagai upaya memenuhi 3G (Gold, Glory, Gospel)
  • Pelajar saat itu diajarkan membaca, menulis dan menghitung serta mempelajari bahasa dan pengenalan terhadap aksara Latin.

PENJAJAHAN BELANDA 

  • Sekolah saat itu ditujukan untuk mendapatkan tenaga kerja kompeten yang murah dari kalangan pribumi.
  • Diskriminasi terhadap pelajar Nusantara masih sangat terasa. Salah satunya dibuktikan oleh pemisahan sekolah antara keturunan Eropa dan Pribumi.
  • Jenjang Sekolah untuk keturunan Eropa adalah ELS dan HBS sedangkan jenjang sekolah untuk keturunan pribumi adalah HIS, MULO dan AMS.
  • Pelajar saat itu ditekankan untuk belajar bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar serta membaca, menulis dan berhitung.

PENJAJAHAN JEPANG 

  • Sekolah saat itu ditujukan untuk propaganda dan sebagai persiapan cadangan militer Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
  • Di bawah kekuasaan Jepang, pendidikan sudah menyentuh golongan umum, bukan cuma pribumi dan laki-laki, berbeda dengan dua masa penjajahan sebelumnya.
  • Sekolah negeri memperbolehkan untuk menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.
  • Jepang menggunakan sekolah tiga jenjang yang digunakan Indonesia hingga sekarang, yakni Sekolah Rakyat, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Tinggi.
  • Tidak ada diskriminasi yang dirasakan oleh pelajar Indonesia, namun berlaku pendidikan fisik dan kedisiplinan.

PASCA KEMERDEKAAN HINGGA ORDE LAMA 

  • Pendidikan sepenuhnya ditujukan untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat Indonesia dan kualitasnya demi mengisi tata kehidupan dan pembangunan Indonesia.
  • Pendidikan saat itu menggunakan konsep Sosialisme yang dipengaruhi oleh Presiden Soekarno, yakni Pendidikan untuk semua.
  • Kurikulum saat itu menekankan kepada pendidikan watak, ilmu pengetahuan sebagai langkah pembangunan serta kesadaran bermasyarakat.
  • Pada masa ini, pendidikan Islam juga mulai diperhatikan, yang perannya diberikan kepada Departemen Agama.
  • Sejak tahun 2003, pendidikan nasional ditujukan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi pribadi yang berwawasan luar dan berbudi luhur.
  • Ditetapkan aturan wajib belajar 12 tahun agar masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.
  • Kurikulum mengalami beberapa kali perubahan, hingga kini menggunakan kurikulum 2013 yang menekankan kepada penguatan sikap keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.
  • Ditetapkan program Merdeka Belajar sebagai langkah untuk memerdekakan kreativitas baik bagi pendidik atau pelajar dan memberikan kebebasan kepada keduanya dalam cara untuk memberikan dan mendapatkan ilmu.

Dari penjelasan di atas, kita belajar bahwa kebebasan akses terhadap ilmu pengetahuan dan hak untuk berilmu kita sudah merdeka dan bebas dari belenggu penjajah. Bahkan dengan Internet, akses kepada ilmu pengetahuan jadi gak terbatas. Sekarang, yang perlu kita lakukan adalah mengisi kemerdekaan pendidikan Indonesia dengan cara terbaik kita sebagai pelajar. Dengan begitu, kita baru bisa disebut sebagai pelajar merdeka.

Jadi, gimana sih cara terbaik kamu untuk mengisi kemerdekaan pendidikan?