Zoom Fatigue, Kelelahan Setelah Zoom Meeting

Oleh: Karen Bella Brigitta

Kehidupan di masa pandemi ini banyak mengubah segala sesuatu, salah satunya adalah bagaimana kita harus bekerja atau melakukan kegiatan sekolah melalui Zoom Meeting. Dikarenakan adanya sistem PPKM sehingga kita harus Work From Home, alias WFH dan melakukan segala kegiatan dari rumah.

Hal ini juga mempengaruhi waktu kita menatap layar elektronik untuk bekerja, terutama sering kali kita menggunakan Zoom Meeting sebagai perangkat untuk berkomunikasi dan bekerja dengan orang lain secara daring.

Adanya peningkatan waktu menatap layar yang drastis di tengah-tengah pandemi ini juga menumbulkan pengaruh bagi kesehatan, khususnya kesehatan mata dan otak. Salah satu pengaruh yang kini sudah banyak terjadi karena seringnya menggunakan Zoom Meeting adalah pengaruh zoom fatigue atau kelelahan setelah mengikuti rapat melalui Zoom Meeting.

Zoom fatigue merupakan suatu sindrom yang menimbulkan kelelahan, kekhawatiran, dan kejenuhan akibat menggunakan aplikasi komunikasi virtual yang berlebihan. Sindrom ini mulai dikenal di masa pandemi Covid-19, dikarenakan banyaknya orang yang mulai menggunakan Zoom Meeting atau aplikasi sejenis lainnya untuk menjalankan WFH.

Berdasarkan penilitan yang dilakukan di Universitas Mohammad Husni Thamrin, terdapat 62,7% pembelajaran daring atau online yang menggunakan Zoom Meeting. Dari adanya pembelajaran menggunakan Zoom Meeting ini juga, 83,6% mahasiswa mengalami stress ringan dan 59,7% mahasiswa mengalami kelelahan.

Hal ini dapat menyatakan bahwa adanya pembelajaran menggunakan Zoom Meeting berisiko menimbulkan kelelahan dan stress yang tidak terkendali.

(Pustikasari, A., & Fitriyanti, L. (2021). Stress dan Zoom Fatigue pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring di Masa Panddemmi Covid-19. journal.thamrin.ac.id).

Jika dilihat dari segi pengertian zoom fatigue dan juga jumlah mahasiswa-mahasiswa yang terkena pengaruh dari zoom fatugue itu sendiri, maka dapat dilihat beberapa penyebabnya, yaitu:

  • Intensitas kontak mata yang tinggi selama Zoom Meeting

Menurut beberapa penilitian yang telah dilakukan akhir-akhir ini, adanya jangka waktu kontak mata dengan orang lain melalui layar elektronik dengan intensitas yang tinggi dapat meningkatkan stress dan juga kelelahan yang berlebihan.

  • Melihat diri sendiri melalui Zoom Meeting

Biasanya beberapa meeting yang menggunakan aplikasi Zoom Meeting mengharuskan pengguna menyalakan fitur kamera yang mampu melihat diri sendiri, mulai dari pergerakan kecil, berbicara, dan beraktivitas sekalipun. Dengan adanya keharusan menggunakan fitur kamera ini, maka kita seringkali membuang energi yang terlalu banyak hanya untuk memperhatikan penampilan diri sendiri di depan kamera.

  • Penggunaan mobilitas karena Zoom Meeting

Menurut beberapa penilitian, adanya pengurangan mobilitas dapat menyebabkan fungsi kognitif berjalan lebih efisien dan minim tenaga. Akan tetapi, di dalam kasus Zoom Meeting ini sangat berbeda dari apa yang dikatakan penilitian tersebut. Berkurangnya mobilitas dapat memunculkan adanya rasa lelah yang berlebihan.

  • Adanya beban kognitif pada saat mengadakan Zoom Meeting yang besar

Interaksi secara online dapat menyebabkan kita untuk mengeluarkan lebih banyak tenaga untuk menyampaikan pesan atau informasi, yang dapat membawaa kita ke zoom fatigue.

(Tempo.co (2021, Agustus Senin). Sering Stress Akibat Zoom Meeting? Bisa Jadi Anda Menderita Zoom Fatigue. gaya.tempo.co.)

Sindrom ini tentunya memiliki beberapa gejala, antara lain adalah:

  1. Merasa lelah setiap melakukan pertemuan menggunakan Zoom Meeting
  2. Memiliki pemikiran untuk menghindari atau membatalkan conference calls
  3. Susah untuk berkonsentrasi

(Rachmadanti, F. (2021, Mei Rabu). Zoom Fatigue: Sindrom Yang Menghantui Selama Masa Pandemi. Comedi.co.id.)

Untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan juga tidak mudah terkena penyakit di masa pandemi ini, maka ada baiknya jika kita melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan kesehatan atau daya tahan tubuh kita melalui hal-hal kecil terlebih dahulu.

Agar dapat menjaga kesehatan fisik dan mental karena sindrom zoom fatigue ini, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar kita tidak terkena dampak dari hal ini, seperti:

  • Mengambil waktu untuk mengistirahatkan mata dari layar elektronik.

Salah satu dampak yang disebabkan oleh zoom fatigue ini adalah adanya waktu menatap layar elektronik yang berlebihan, maka untuk mencegah hal tersebut, kita bisa mengambil waktu untuk mengistirahatkan mata dari layar gawai, seperti ponsel ataupun laptop. Kita dapat melakukan aturan 20-20-20-, yaitu 20 menit mengistirahatkan mata dari layar elektronik, bisa juga sambil meregangkan otot sebelum kembali mulai bekerja.

  • Olahraga secara rutin

Dengan kita berolahraga, maka kita juga dapat mengurasi stress yang disebabkan oleh zoom fatigue itu sendiri. Disarankan agar dapat meluangkan waktu sekitar 30-60 menit untuk berolahraga per harinya untuk mengurangi stress dan kelelahan akibat menatap layar elektronik.

  • Mengurasi durasi video conference

Pengurangan durasi video conference juga dapat membantu mencegah sindrom zooom fatigue. Disarankan untuk mengurangi durasi rapat dengan Zoom Meeting menjadi kisaran 25 menit agar kita dapat menyiapkan diri untuk melakukan rapat agarr tidak bertele-tele saat berbicara.

  • Singkirkan hal-hal yang dapar merusak konsentrasi pada saat melakukan video conference

Melakukan pekerjaan lain di tengah-tengah melakukan video conference juga dapar mnyebabkan kelelahan yang membawa kita kepada zoom fatigue, maka sebaiknya kita singkirkan terlebih dahulu untuk sementara hal-hal yang dapat mengganggu fokus dan konsentrasi kita pada saat melakukan video conference.

Sebagai suatu kesimpulan, zoom fatigue merupakan suatu sindrom yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental kita di tengah-tengah pandemi ini. Zoom fatigue juga memiliki dampak yang berbahaya untuk kedepannya, maka sebaiknya kita harus waspada dan juga memperhatikan keseharan kita lebih rutin dan teliti agar sindrom ini tidak membuat kesehatan kita menurun di masa yang sulit ini.