Perempuan Jadi Pengusaha? Kenapa tidak. Intip Dibalik Kesuksesan Dian Pelangi

Hi hapeeps! Menurut kalian menjadi entrepreneur atau pengusaha apakah harus laki-laki? Oh tentu saja tidak dong!

Dengan adanya kesetaraan gender di zaman yang semakin pesat ini, telah membukakan banyak peluang besar bagi siapa saja untuk menjadi pengusaha muda termasuk perempuan.  

Menurut data Global Entrepreneurship Monitor tahun 2014, dari populasi 85 juta jiwa perempuan usia produktif di Indonesia, 26 persen di antaranya merupakan pengusaha aktif. Laporan itu juga menyebutkan, sebanyak 36 persen dari total perempuan Indonesia pada usia kerja lebih memilih untuk menjadi pengusaha. Mayoritas pengusaha perempuan tersebut bergerak di sektor informal, atau pada sektor semi formal.

Dian Pelangi adalah salah satu orang yang dapat kalian jadikan panutan atau sosok yang menginspirasi dalam hal tersebut.

Berawal dari orang tuanya yang mempercayakan Dian untuk mengurus butik milik orang tuanya yang berada di Jakarta, ia mulai menyalurkan kemampuan dalam fashion yang dimilikinya.

Dian pun bisa berkreasi dengan bebas sesuai keinginan dalam membuat berbagai macam model busana menarik. Dian juga ingin mempunyai bisnis sendiri, meskipun pada awalnya mengelola bisnis orang tuanya.

Hal tersebut membuat Dian untuk memulai bisnisnya dengan membuat desain, memasarkan produk serta mengelola bisnisnya secara profesional. Memang bukan hal yang mudah bagi Dian dalam mengelola bisnis, karena ia bukanlah orang dengan latar belakang pendidikan bidang bisnis. Dian pun membuat busana muslim berwarna colorfull, sehingga tercetus Dian Pelangi.

Dian menggelar pameran ke luar negeri karena merasa perlu memperkenalkan karyanya. Salah satu event besar yang Dian ikut berpartisipasi di dalamnya yaitu New York Fashion Week 2017 silam.

Dian pun memperluas jangkauan pemasaran yang tidak tanggung-tanggung. Bahkan pada saat ini sudah mempunyai butik sebanyak 14, tidak hanya di Indonesia, tetapi di Dubai dan Malaysia.