Berbagai Tradisi Pengasingan Perempuan yang Sedang Menstruasi

Hai Hapepps!!

Menstruasi kadang menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan dan juga sering dianggap kotor, membawa pengaruh buruk, dan harus dijauhi.

Adapun kebiasaan mengasingkan atau menyembunyikan seorang wanita yang sedang menstruasi ataupun melahirkan dari pandangan warga kelompoknya masih diterapkan pada sejumlah suku bangsa di dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai tradisi pengasingan ini pun dijalankan pada daerah-daerah tertentu di Indonesia.

Nah, daerah mana saja sih yang masih menerapkan tradisi pengasingan tersebut. Kita simak penjelasannya yah hapepps!

1. Tradisi Chhaupadi di Nepal

Chuppadi adalah tradisi masyarakat Hindu Nepal yang mengharuskan wanita yang sedang haid untuk dipisahkan tempat tinggalnya di gubuk kecil.

Mereka dianggap tidak suci sehingga dilarang menyentuh makanan, ikon keagamaan, hewan ternak dan pria.

Dalam gubuk itu terdapat perapian tanpa lubang angin. Akibatnya tak ada sirkulasi udara dan asap perapian terjebak dengan wanita yang tinggal di sana. Kabarnya, sudah banyak korbannya, seperti Ibu dan dua anak yang diduga meninggal karena sesak napas menghirup asap perapian.

2. Tradisi Gaokors di India

Sebagian wilayah pedesaan di India juga masih mengucilkan wanita yang sedang menstruasi. Mereka ¾ harus menghabiskan lima hari di gubuk di pinggir hutan, yang disebut sebagai gaokors. Gaokors seringnya sangat minim fasilitas. Hanya ada kasur lipat yang sering kebanjiran karena atap yang bocor. Wanita yang tinggal di sana mengandalkan kiriman makanan dari keluarga.

Karena berada di pinggir hutan, tak jarang hewan buas melewati gubuk ini. Banyak laporan wanita meninggal di gaokors karena gigitan ular berbisa. Dan banyak anak perempuan harus bolos sekolah karena tradisi ini.

3. Tradisi Suku Naulu – Dusun Rohua, Kabupaten Maluku Tengah

Pinamou adalah ritual menuju dewasa untuk perempuan yang dilakukan ketika seorang perempuan mendapatkan menstruasi pertama mereka. Ritual ini berupa pengasingan dari keluarga dan masyarakat karena darah menstruasi dianggap tidak baik bagi lingkungan adat mereka sehingga harus diasingkan ke posune selama sebelas hari.

Posune ini terletak di bagian belakang rumah atau di pinggiran kampung. Selama di situ, sang gadis hanya dilayani oleh ibu dan saudara perempuannya. Posune adalah sebuah rumah kecil yang terbuat dari daun rumbia berukuran 2 x 2 meter dengan tinggi 1,5 meter.

 

Hmmm, menurutmu gimana Hapepps?

Dimana lagi yang menerapkan pengasingan untuk perempuan yang sedang menstruasi? Kalau kamu punya informasi lainnya, jangan lupa komen yaa!