WEBINAR HARI PANGAN DUNIA 2021: “Contribute and Redistribute for Better Indonesia”

Situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung terus menyebabkan krisis yang tak berkesudahan. Meski data menunjukkan penurunan jumlah kasus aktif dan kasus meninggal dunia, semua pihak masih harus berperan dan berkontribusi untuk menolong masyarakat yang paling terdampak.

Inisiatif ini diwujudkan melalui webinar yang diselenggarakan FoodCycle Indonesia bertajuk: “Contribute and Redistribute for Better Indonesia”. Acara dilaksanakan melalui aplikasi konferensi virtual Zoom dan disiarkan live di Youtube FoodCycle Indonesia. 

Webinar dihadiri oleh berbagai perusahaan produsen makanan, sektor pertanian, pegiat bank makanan, dan institusi pemerintahan.

Acara dipandu langsung oleh Yasir Nene Ama, presenter dan jurnalis KOMPAS TV, dan  dibuka oleh Andy F. Noya, seorang presenter, jurnalis dan aktivis sosial yang menginisiasi gerakan sosial Benihbaik.com. Tidak ketinggalan, acara ini juga menghadirkan para pembicara yang merupakan ahli di bidangnya, yakni:

  1. DR. Imam B. Prasodjo, Ph.D., Sosiolog dan Dosen Tetap Universitas Indonesia,

  2. Gabrielle Angriani, Wakil Sekjen GAPMMI (Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia),

  3. Astrid Paramita, pendiri sekaligus CEO FoodCycle Indonesia.

Dalam pembukaannya, Andy F. Noya menekankan betapa pentingnya kita menggunakan hati nurani di tengah krisis ini. Ia menyebutkan peningkatan angka garis kemiskinan di Indonesia yang semula berjumlah 26 juta kini bertambah 30 juta setelah adanya pandemi Covid-19. 

Namun, di sisi lain, Andy menyebutkan bahwa kedermawanan orang-orang juga semakin meningkat di masa pandemi. 

“Semangat kita hari ini untuk bertemu membuktikan bahwa meningkatnya jumlah orang kelaparan di dunia dan Indonesia tidak menyurutkan langkah kita untuk berupaya dengan segenap tenaga untuk menolong saudara-saudara kita yang masih membutuhkan bantuan,” tutup Andy.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh DR. Imam B. Prasodjo, Ph.D selaku Sosiolog dari Universitas Indonesia. Imam menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 juga telah banyak mengubah pola perilaku dalam masyarakat. 

Kebiasaan-kebiasaan baru seperti banyaknya aktivitas virtual dan jarak jauh, juga minimnya aktivitas yang mengumpulkan kerumunan orang-orang menjadi pemicu bagi banyak pihak untuk menciptakan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Bagi beliau, tugas ini diemban oleh semua pihak, terutama anak-anak muda yang familiar dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Hal ini dapat diwujudkan dengan saling berjejaring melalui kesamaan visi yang sama untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Gabrielle Angriani dari Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia pun menitikberatkan perlu adanya kolaborasi semua elemen di masyarakat untuk menawarkan solusi, terutama oleh perusahaan pangan dan instansi terkait.

“Banyak yang bisa kita lakukan dari sisi brand atau produsen pangan dengan adanya kolaborasi. Sebenarnya hal ini sudah kita lakukan, tapi saat pandemi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya dengan memberikan asupan kesehatan dan nutrisi,” tuturnya.

Lanjutnya, program CSR atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan sebaiknya juga dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan agar memiliki dampak yang lebih besar. “Juga harus dipastikan untuk memiliki partner program yang memiliki akuntabilitas dan transparansi,” tutupnya.

Astrid Paramita, selaku co-founder dan CEO dari FoodCycle Indonesia juga memaparkan peran FoodCycle Indonesia saat pandemi Covid-19 yang telah menyalurkan lebih dari 520 ton makanan hingga 2021. Astrid mengajak para produsen makanan dan perusahaan lain untuk turut berkontribusi melalui FoodCycle Indonesia, baik dalam bentuk donasi makanan, dana, atau volunteering program.

Ia juga sekaligus mengenalkan program baru “FoodCycle Point”, yaitu kotak donasi makanan kemasan dan tahan lama untuk donatur individual yang telah terdistribusi di beberapa titik di Jakarta. Berbagai program yang diinisiasi oleh FoodCycle Indonesia diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi sampah makanan dari produsen makanan maupun individu.

Acara ditutup dengan testimoni para donor dan pihak-pihak yang telah bekerjasama dengan FoodCycle Indonesia. Beberapa diantaranya disampaikan oleh Craig Nemitz, Director of Field Services dari The Global Foodbanking Network, Lusia Mira Buanawati selaku Head of Legal & Corporate Affairs dari Kraft Heinz Indonesia & PNG, serta Dickson Susanto selaku Country Head dari Blackmores Indonesia.

Dickson Susanto menjelaskan tentang pengalaman kerja sama antara Blackmores Indonesia dan FoodCycle Indonesia pada masa pandemi yang ia nilai cukup transparan dan fleksibel. “Kami menantikan lagi program kerjasama di masa yang akan datang,” ujarnya.

Seluruh materi dan rekaman webinar dapat diakses melalui https://www.foodcycle.id/wfd2021


 

Informasi lengkap mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan FoodCycle Indonesia dapat dilihat di website www.foodcycle.id serta Facebook dan Instagram @foodcycleindonesia