Psikosomatis – Gangguan Pikiran yang Muncul di Tengah Pandemi

Ditulis oleh: Karen Bella Brigitta (15)

 

Pandemi Covid-19 yang sampai sekarang masih berlangsung membuat semua kegiatan dilakukan dari rumah, seperti Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal tersebut membuat segala pekerjaan menjadi sulit dilakukan karena kita tidak dapat berinteraksi secara langsung dengan rekan kerja ataupun guru. Pandemi Covid-19 juga menimbulkan banyak orang mengalami depresi atau ketakutan karena kehilangan orang-orang yang mereka sayangi. Kedua hal tersebut merupakan alasan munculnya gangguan pikiran di tengah pandemi yang disebut sebagai psikosomatis.

Gangguan psikosomatis merupakan gangguan yang menyebabkan keluhan fisik yang disebabkan oleh stres, depresi, takut, dan/atau cemas yang sering terjadi di dalam pandemi. Gangguan ini melibatkan dua hal, yaitu mental dan fisik. Mental merupakan sumber dari terjadinya gangguan psikosomatis ini dan fisik adalah yang menyatakan dampak atau keluhan dari sumber tersebut. (Agustin, D. S. (2021, Juli Selasa). Gangguan Psikosomatik, Ketika Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik. ALODOKTER.)

Psikosomatis ini dapat muncul akibat ketidaksesuaian kondisi psikologis dan fisik seseorang. Kondisi psikologis yang paling sering menjadi sumber terjadinya gangguan psikosomatis adalah stres, yang di mana hal ini sudah menjadi hal yang tidak asing lagi di masa pandemi. Ketika kita merasa takut atau stres, kita akan melepaskan zat adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah yang mengakibatkan melemahnya kekebalan tubuh, sehingga dapat membuat kita merasa mual atau ingin muntah, sakit kepala, sakit perut, gemetaran, dan lainnya. Keluhan-keluhan tersebut sayangnya tidak dapat disembuhkan dengan obat-obat medis dikarenakan dapat terjadi berulang kali, hingga obat-obatan sudah tidak lagi efektif untuk mencegah hal ini terjadi. (Fitria, B. (n.d.). Ketika Emosi dan Pikiranmu Mempengaruhi Kesehatan Tubuhmu. RSMajenang.)

Menurut data dari Riskesdas 2018 terdapar 7% jumlah kasus yang mengalami penyakit mental, yang jika dibandingkan dengan data 5 tahun sebelumnya, terdapat peningkatan sebanyak 5,3%. Psikosomatis ini tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa saja, tatapi juga di kalangan anak-anak. Keluhan yang terjadi pada anak biasanya adalah keluhan pusing, flu, demam, atau stres karena memikirkan ujian. (CNN Indonesia. (2019, Desember Senin). 2020, Waspada Gangguan Kesehatan Psikosomatik. CNN Indonesia.)

Karena gangguan psikosomatis ini disebabkan oleh ketidaksesuaian mental dan fisik, maka tentunya terdapat gejala-gejala yang penting untuk kita ketahui. Beberapa gejala psikosomatis adalah sebagai berikut:

  1. Jantung berdebar lebih kencang
  2. Tangan berkeringat
  3. Nyeri otot

Gejala-gejala lainnya dapat timbul sesuai dengan jenis kelamin penderita. Wanita seringkali mengalami gejala kelelahan meski sudah cukup tidur, mudah tersinggung, perut kembung, dan siklus menstruasi yang tidak teratur. Pria mengalami gelaja yang berbeda, yaitu nyeri dada dan tekanan darah yang meningkat. (Puji, A. (2021, Februari Selasa). Mengenal Gangguan Psikosomatis, Saat Pikiran Memengaruhi Kesehatan Tubuh. HelloSehat.)

Melihat gejala-gejala dan juga penyebab yang sudah dijelaskan di atas, dapat diketahui bahwa terdapat berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah terkena gangguan psikosomatis, contohnya sebagai berikut:

  • Yoga

Yoga merupakan aktivitas untuk relaksasi. Dengan melakukan yoga, maka kita juga dapat mengurangi atau melepaskan perasaan cemas atau stres yang dapat membawa kita ke gangguan psikosomatis.

  • Terapi seni

Kegiatan seni dapat membuat diri kita secara tidak langsung fokus untuk melakukan hal tersebut yang membiarkan pikiran kita bebas untuk berseni dan mengekspresikan emosi kita dengan lebih luas.

  • Konseling

Konseling juga merupakan aktivitas yang dapat membuat kita mengeluarkan semua emosi kita dengan lebih leluasa. Ketika kita menceritakan masalah kita kepada konselor, maka konselor juga dapat memberikan kita suatu pencerahan ataupun solusi yang dapat membantu kita mencegah perasaan khawatir ataupun takut.

  • Olahraga

Aktivitas fisik dapat meningkatkan perasaan kita secara tidak langsung dan olahraga juga merupakan hal yang baik untuk sekaligus menjaga kesehatan tubuh. 

(Ismawati. (n.d.). 13 Cara Atasi Psikosomatis, Stres yang Timbulkan Penyakit Fisik. Ibupedia.)

 

Sebagai suatu kesimpulan, gangguan psikosomatis merupakan gangguan yang harus kita cegah, terutama di masa sulit seperti ini. Adanya gangguan seperti ini dapat menyadarkan kita untuk tetap menjaga kondisi mental dan fisik kita dengan baik dan juga peka terhadap gejala-gejala yang mudah kita sadari.