Wanita Juga Miliki Hak Untuk Memimpin

Hi Hapepps! Pasti sudah tidak asing lagi nih dengan pernyataan yang dimana perempuan merupakan bagian kesatuan masyarakat yang lebih besar dibandingkan laki-laki. Padahal penciptaan laki-laki dan perempuan oleh Tuhan Yang Maha Esa merupakan takdir dan mempunyai kedudukan, derajat, hak serta kewajiban yang sama.

Nahh jika sebagai contoh nih yaaa.. perempuan yang dulu identik dengan tiga hal yaitu: dapur, sumur, dan kasur. Tetapi dari tahun ke tahun kesenjangan peran antara perempuan dan laki-laki perlahan ditinggalkan.

Bicara mengenai pemimpin perempuan, jumlah pemimpin wanita yang ada hingga saat ini di Indonesia masih sangat minim dibandingkan dengan pemimpin laki-laki. Bahkan beberapa kalangan memandang bahwa kehadiran pemimpin wanita menjadi suatu permasalahan tersendiri. Namun pada dasarnya, perempuan juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki terutama dalam menduduki kursi kepemimpinan. Namun pada praktiknya masih banyak stereotip yang beranggapan bahwa ketika wanita menjadi seorang pemimpin maka ia akan mengungguli laki-laki.

Padahal perempuan sebagai pemimpin memiliki hak sama dengan laki-laki. Perempuan tidak lagi dipandang sebagai sosok yang lemah lembut akan tetapi memiliki fondasi penting dalam kehidupan keluarga, organisasi maupun di lingkungan bermasyarakat. Sejalan dengan reformasi dan konsep gender menempatkan perempuan pada posisi yang sama di semua bidang kehidupan tak terkecuali sebagai pemimpin.

Seorang perempuan yang menjadi pemimpin terlihat memiliki perkembangan yang positif. Berdasarkan versi Forbes 2020, terdapat 100 Powerful Women yang memiliki pengaruh yang berbeda pada berbagai sektor seperti politik, bisnis, teknologi, perusahaan finansial dan media & entertainment. Diantaranya menjabat sebagai pemimpin di bidang politik, bisnis dan teknologi.

Konsep gender pun adalah konsep yang membedakan kaum laki-laki dan kaum perempuan. Terdapat kecenderungan pertukaran sifat antara kaum laki-laki dan perempuan. Misalnya perempuan dikenal sebagai mahkluk lemah lembut, cantik, emosional dan keibuan sedangkan laki-laki dianggap kuat, rasional, jantan dan perkasa. Ciri tersebut bisa dipertukarkan karena ada juga laki-laki yang mempunyai sifat emosioanal, lemah lembut, keibuan dan perempuan memiliki sifat kuat, rasional serta perkasa. Sehingga konsep gender ini menggambarkan perbedaan laki-laki dan perempuan secara sosial budaya menurut tempat dan waktu dengan mengacu pada unsur emosional dan kejiwaan.

Dari beberapa perbedaan yang telah disebutkan pastinya menimbulkan ketidakadilan pada perempuan berupa penandaan (stereotype) diantaranya anggapan bahwa perempuan memiliki sifat bawaan "emosional" sehingga perempuan tidak tepat menjadi pemimpin atau manajer. Hal ini mengakibatkan masih adanya diskriminasi dalam masyarakat terhadap perempuan walaupun menurut undang-undang Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Kesetaraaan Gender perempuan telah memperoleh hak yang sama dengan laki-laki di berbagai bidang.

Dengan banyaknya dukungan dan gerakan menuju kesetaraan gender seharusnya tidak ada lagi larangan ataupun batasan bagi perempuan untuk berkarya dan memimpin di berbagai aspek kehidupan.

Yuk simak artikel ini untuk tau lebih banyak terkait fakta menarik perempuan dibidang pendidikan serta perempuan sebagai pemimpin.