Selayang Pandang Rimbaraya Indonesia

Apa itu?

Rimbaraya Indonesia merupakan komunitas yang bergerak dibidang Pendidikan, Pelatihan (Remote sensing, Perhitungan Cadangan dan Serapan Karbon, Perhitungan Emisi, Kewirausahaan) serta jasa dan pelayanan untuk memberikan Surveyor yang andal pada bidang Kehutanan dan Lingkungan  yang berlandaskan pada dari tiga pilar pembangunan berkelanjutan. Selain itu, Pengembangan dan Pembinaan Masyarakat Sekitar Hutan melalui beberapa program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan dan program Jaga Pohon (Japoh) melalui donasi lingkungan dari donatur ataupun sponsor yang akan dilaporkan setiap bulan. Program kerja Rimbaraya Indonesia dilaksanakan secara professional dengan membawa slogan Cerdas, Beretika dan Bermoral dalam setiap kegiatannya.

Alasan dibalik Pendirian Rimbaraya Indonesia?

Berawal dari nongkrong bareng jadi sebuah komunitas yang peduli terhadapa kehutanan dan lingkungan

Pembangunan Kehutanan disaat ini dan kedepan harus mengedepankan keberlanjutan atau berwawasan lingkungan agar membawa manfaat bagi ekologi, ekonomi, dan sosial pada masyarakat. Hal ini lah yang perlu didorong secara bersama-sama tanpa meninggikan ego untuk ekonomi semata namun perlu memikirkan aspek ekologi dan sosial sebagai modal utama dalam pembangunan berkelanjutan. Didalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 4 menyatakan bahwa Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilanberkelanjutanberwawasan lingkungankemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Pencapaian ini dapat dilakukan secara bergotong royong saling bergandeng tangan antar semua pihak (Pemerintah baik pusat dan daerah, Perguruan Tinggi, Perusahaan, Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM, Organisasi Masyarakat/Ormas, Masyarakat dan Stakeholder terkait) untuk menjawab (4) tantangan tersebut.

Permasalahan-permasalahan di bidang kehutanan dan lingkungan hidup dan pengelolaannya menuntut peran pemerintah, legislator, penegak hukum, serta masyarakat sebagai warga negara. Di negara Indonesia lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pada undang-undang peran masyarakat diperlukan untuk pengawasan seperti pada bidang kehutanan tercantum dalam UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 60 ayat 2 menjelaskan bahwa masyarakat dan atau perorangan berperan serta dalam pengawasan kehutanan. Adapun peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup terdapat dalam UU No. 32 Tahun 2009 pasal 70 yaitu: masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Peran masyarakat dapat berupa: Pengawasan sosial; Pemberian saran, pendapat, usul, keberatan, pengaduan; dan/atau Penyampaian informasi dan/atau laporan. Peran masyarakat dilakukan untuk: a). meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; b). meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat, dan kemitraan; c). Menumbuh kembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat; d). menumbuh kembangkan ketanggap segeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial; dan e). mengembangkan dan menjaga budaya dan kearifan lokal dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat dan dirasakan bahwa Kualitas lingkungan hidup sangat tergantung pada tingkah laku manusia. Rusaknya lingkungan hidup adalah karena ketidaktahuan manusia dalam melestarikan, mengelola dan menjaga lingkungannya. Seperti yang dijelaskan dalam UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam pasal 1 ayat 2, bahwa :“Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum”.

Melihat kondisi peran serta dan kesadaran masyarakat yang belum optimal dalam kepedulian untuk mengawasi dan mengontrol program-program yang dilakukan oleh Pemerintah dan Perusahaan-Perusahaan yang bergerak dibidang Kehutanan dan Lingkungan, maka dibentuklah Rimbaraya Indonesia. Rimbaraya Indonesia ini sendiri didirikan pada Januari 2021 oleh 9 orang generasi muda-mudi baik yang sedang menempuh dan telah lulus dari Institut Pertanian Bogor. Pendirian Rimbaraya Indonesia ini tak lepas dari seringnya nongkrong bareng dibarengi ngobrol-ngobrol ringan terkait kehutanan dan lingkungan, mulai dari kebijakan, program-program yang dibuat dan dilaksanakan, permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di masyarakat (Konflik atas lahan yang menjadi konflik sosial dan kepentingan), pembangunan berwawasan lingkungan, pembangunan ekowisata, perekonomian di bidang kehutanan, keberadaan satwa dan tumbuhan saat ini, Sumberdaya Manusia yang masih terbatas, apresiasi bagi orang yang menjaga lingkungan, teknologi yang belum memadai dan lain sebagainya.

Berdasarkan hasil nongkrong-nongkrong tersebut tecetuslah ide untuk mendirikan Rimbaraya Indonesia sebagai wadah diskusi, pencerdasan, dan pelatihan-pelatihan untuk generasi muda dalam bidang kehutanan dan lingkungan. Hal ini untuk menjadikan sumberdaya manusia yang andal dan menjawab tantangan teknologi yang semakin maju.

Selain itu, peran masyarakat untuk turut andil untuk peduli terhadap lingkungan sebagai upaya terpeliharanya fungsi lingkungan hidup yang merupakan kepentingan bersama. Hal itu merupakan tanggung jawab dan peran anggota masyarakat. Setiap kegiatan yang memadukan lingkungan hidup, merupakan sarana untuk mencapai kegiatan yang berkelanjutan. Disamping itu adanya pembangunan yang berwawasan lingkungan atau pembangunan yang memperhatikan lingkungan hidup menjamin kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa yang akan datang.

Sumber Bacaan:

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pruba ES, Yunita S. 2017. Kesadaran Masyarakat dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan Hidup. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 9(1):57-71. Doi: 10.24114/jupiis.v9i1.6461.