Pentingnya Kita Menjadi Gelas Kosong. Simak Penjelasannya

Sekitar delapan tahun yang lalu, pertengahan tahun 2015 ketika saya kuliah di salah satu kampus negeri ternama di Provinsi Lampung, saya mendapatkan beberapa wejangan dari senior di Himpunan ketika break event, dan wejangan itu sampai saat ini masih selalu saya terapkan dalam hidup.

 

Salah satu wejangan yang selalu saya terapkan adalah “ketika kamu bertemu orang baru, jangan penuhi gelasmu dengan air, tetapi kosongi saja gelasmu itu”. Artinya saya diajarkan untuk selalu banyak belajar dari siapapun yang saya temui, bersikap rendah hati dan tidak merasa puas diri.

 

Sebab faktanya saat ini banyak yang terlalu jumawa dan merasa puas dengan hal yang ia miliki padahal hal itu belum tentu demikian, serta orang seperti ini sulit untuk dinasihati karena ia telah merasa puas dengan dirinya dan menganggap bahwa orang lain tidak setara dan dibawah dia

 

Pentingnya menjadi orang yang selalu bersikap seperti gelas kosong adalah ia akan terus mencari, banyak belajar dari berbagai sumber Ia akan terus menerus berproses dalam artian memupuk diri dengan berbagai ilmu, dan goalsnya ia akan banyak menemukan hal-hal baru yang bisa diterapkan bahkan dibagi kembali.

 

Ketika pada tahun 2019 memutuskan untuk bergabung di salah satu YOT kota, saya pun banyak belajar lagi, belajar dari banyak pihak termasuk teman-teman YOT kota, belajar sesuatu hal yang belum pernah kuasai.

 

Mengosongkan gelas bukan berarti kita merendah untuk meroket, tetapi bersikap layaknya diri kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Sebab, kita tidak pernah tau kapasitas diri kita apakah setara dengan orang yang kita temui atau dibawahnya.

 

Terus belajar Yoters!

 

 

Penulis: Dede Radika

Thumbnail:IST/Lombokjurnal.com