Tips Karir: Etika dalam Proses Interview Pekerjaan

Meski tidak disebutkan dalam job description atau persyaratan, etika adalah hal mutlak dimiliki kandidat. Momen interview pekerjaan menjadi momen untuk melihat apakah seseorang memiliki etika atau tidak.

 

Mempertanyakan etika seseorang bukanlah serta merta bentuk keinginan untuk dihormati. Etika menunjukkan harga diri seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.

 

Saat interview, para recruiter tidak hanya mencari orang yang bisa melakukan pekerjaan, akan tetapi mencari kandidat yang kedepannya akan menjadi rekan kerja mereka, sehingga pertimbangan etika menjadi penting.

 

Etika dalam proses interview pekerjaan

1. Bersikap sopan ketika membuat janji interview

Saat tim human resources menghubungi untuk memberitahukan tentang interview, seorang kandidat perlu bersikap sopan. Ucapkan terima kasih untuk kesempatan yang diberikan dan jawab dengan to the point.

Katakan iya atau persetujuan jika bisa hadir pada jadwal yang diberitahukan.

 

Jika kandidat berhalangan hadir pada tanggal dan jam yang ditentukan, ia harus berterus terang, bukan malah menghilang atau mengiyakan lalu membuat alasan tidak dapat hadir.

Kandidat umumnya diberikan kesempatan untuk melakukan reschedule sejauh alasannya masuk akal dan dapat dimaklumi.

 

2. Berpakaian sesuai dress code

Pakaian adalah penampilan fisik yang nampak paling awal, karena itu tunjukkan etika dengan memenuhi dress code atau berpakaian sopan. Sesuaikan pula pakaian saat interview dengan tempat kerja yang dituju.

 

3. Simpan telepon genggam saat interview

Meski interview dilakukan secara online sekalipun, hindari menggunakan telepon genggam, meski hanya untuk browsing hal trivial. Sebisa mungkin persiapkan diri sebelum interview agar situasi tersebut bisa dihindari.

Kandidat yang punya etika akan menghormati waktu recruiter dan fokus pada proses interview.

 

4. Menunjukkan bahasa tubuh yang positif

Bahasa tubuh memang mendukung dalam sesi interview pekerjaan. Mulai dari intonasi bicara yang baik, ekspresi yang tepat, maupun gerak tangan dan tubuh yang mendukung.

Menggunakan bahasa tubuh tidak perlu over, kendalikan diri dan gunakan bahasa tubuh sesuai porsinya. Jangan lupa untuk menunjukkan bahasa tubuh yang positif dan tidak ambigu.

 


Sumber Thumbnail: iStockphoto