Dampak Ekonomi Presidensi G20 pada Indonesia

Menjadi tuan rumah G20 tahun 2022 adalah sebuah peluang emas bagi Indonesia. Terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi G20 berdampak bagi ekonomi Indonesia.

 

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, gelaran G20 akan menciptakan kontribusi sebesar 533 juta USD pada PDB Indonesia. Nilai ini setara Rp7,4 triliun. Konsumsi domestik juga dapat meningkat hingga Rp1,7 triliun.

 

Berdasarkan penuturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Presidensi G20 akan berdampak pada sisi pariwisata Indonesia. Hal ini akan berkontribusi terhadap peningkatan wisatawan mancanegara sebesar 1,8 juta hingga 3,6 juta. Sekitar 600 ribu sampai 700 ribu lapangan kerja baru ditopang kinerja bagus dari sektor kuliner, fashion, dan kriya.

 

Rangkaian kegiatan G20 di Indonesia akan melibatkan UMKM dan menyerap tenaga kerja. Penyerapan ini berpeluang hingga sebanyak 33.000 orang.

 

Menurut Menteri Koperasi dan UMK Teten Masduki, Presidensi G20 akan mendorong investasi pada UMKM dalam negeri. Saat ini 80 persen investor global berasal dari negara-negara G20.

 

Momentum ini dapat menjadi kans bagi Indonesia untuk menunjukkan keberhasilan reformasi struktural.Sebagai contoh yaitu UU Cipta Kerja untuk meningkatkan kepercayaan investor global.

 

Indonesia akan berperan dalam mendesain kebijakan ekonomi dunia. Apabila perekonomian dunia membaik, maka Indonesia juga terkena imbasnya seperti ekspor yang akan tumbuh tinggi.

 

Sumber thumbnail: Tempo