Apakah Benar Perfeksionis Dan Procrastinator 11:12?

Pernahkah kalian mendengar istilah procrastinator dan juga perfeksionis? Kenapa dua hal ini sering disama-samakan padahal memiliki arti dan kebiasaan yang bisa dibilang berbeda. Yuk, simak tulisan di bawah ini untuk sama-sama belajar!

Orang yang memiliki kebiasaan gemar untuk menunda-nunda pekerjaan disebut sebagai Procrastinator. Jika orangnya disebut sebagai Procrastinator, procrastinating merupakan istilah untuk perilakunya. Procrastinating merupakan kebiasaan untuk menunda suatu kegiatan, tugas, pekerjaan rumah, dan tanggung jawab yang diberikan. Dampak dari procrastinator tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, akan tetapi pada anggota tim yang lain, dan juga perusahaan.

Procrastinator atau orang yang terbiasa untuk menunda suatu pekerjaan dengan sengaja ataupun tidak disengaja memiliki penyebab dan alasan yang berbeda-beda pada saat melakukannya. Namun, asalan umumnya procrastinator adalah kurangnya motivasi, takut salah langkah, terpengaruh orang lain atau lingkungannya, takut gagal, tidak memiliki mood, burnout, hingga tidak bisa fokus dan berkonsentrasi dengan baik.

Seseorang yang perfeksionis memiliki ketakutan yang sama yaitu, takut salah dan pada saat mengerjakan suatu pekerjaan tidak sempurna (perfect) atau tidak sesuai dengan ekspektasinya yang maksimal.

Adakah Kemungkinan Kepribadian Perfeksionis Akan Berujung Menjadi Seorang Procrastinator?

Hal ini sangat memungkinkan karena seorang perfeksionis dikenal sebagai orang yang ingin segala sesuatu dilakukan atau dikerjakan dengan sempurna (perfect), dan alasan menunda pekerjaan (procrastinating) adalah menganggap diri sendiri belum siap dan takut segala sesuatu yang dikerjakan pada saat itu menjadi tidak sempurna (perfect). Walaupun tidak dapat dipungkiri seorang yang perfeksionis dari jauh terlihat sangat tertata dan memiliki image yang baik dibandingkan seorang procrastinator.

Tidak ada salahnya ketika ingin mengerjakan tugas dengan semaksimal mungkin dan perlu planning dalam proses pengerjaan, tapi menjadi masalah jika sudah menghambat diri sendiri untuk memulai mengerjakannya. Semakin sering menyia-nyiakan waktu, semakin banyak juga tugas menumpuk dan hasilnya menjadi kurang maksimal karena baru dikerjakan pada tenggat deadline.