Ketahui Lebih Dalam tentang Self-Awareness

Self-awareness adalah pemahaman terhadap diri sendiri, bahwa setiap individu memiliki keunikan masing-masing.

 

Saat seseorang mempraktikkan self-awareness berarti ia berusaha fokus pada diri sendiri. Aspek dalam diri sendiri yang perlu difokuskan dalam praktik self-awareness misalnya karakter, perilaku dan perasaan.

 

Ketahui jenis self-awareness

Menurut Verywell Mind, ada dua jenis self-awareness yakni publik dan privat.

Self-awareness publik

Jenis self-awareness ini berkaitan dengan kesadaran seseorang tentang cara bertindak dan menunjukkan diri di hadapan orang lain.

 

Jika seseorang memiliki self-awareness publik, ia akan berusaha mematuhi norma sosial. Seseorang sadar bahwa ia sedang dilihat orang lain, sehingga ada dorongan untuk menunjukkan diri sebagai orang yang dapat diterima publik.

 

Contoh situasi yang memunculkan self-awareness jenis ini misalnya saat interview pekerjaan atau presentasi di depan kelas.

 

Self-awareness privat

Kebalikan dari self-awareness publik, jenis kesadaran diri yang satu ini bersifat pribadi dan bukan untuk konsumsi publik. Misalnya seseorang melihat dirinya sendiri melalui cermin atau merasa tegang ketika akan berbicara di depan umum.

 

Mengapa self-awareness begitu penting?

Memiliki self-awareness menjadikan seseorang dapat memosisikan diri di hadapan diri sendiri maupun lingkungan sosial.

 

Melalui self-awareness seseorang tahu apa kelebihan, kekurangan, karakter yang dimiliki, serta kebutuhan dan keinginan yang ingin dicapai. Hal ini dikarenakan ia bisa fokus pada dirinya sendiri.

 

Sederhananya, orang dengan self-awareness adalah orang sadar diri. Sadar bahwa dirinya sendiri berharga sekaligus sadar bagaimana menunjukkan diri dengan baik.

 

Manfaat self-awareness

Menyadari apa yang dirasakan diri sendiri dapat membantu untuk mengambil tindakan yang relevan terhadap perasaan tersebut.

Seseorang dengan self-awareness yang baik akan mampu menyadari emosi negatif yang dimiliki dan melakukan sesuatu untuk mengatasinya, karena dia paham kebutuhan emosionalnya.

 

Berikan momen pada diri sendiri untuk menemukan bagaimana seluk beluk diri sendiri. Mempraktikkan self-awareness bisa dilakukan dengan bertanya pada diri sendiri ataupun berkonsultasi dengan orang lain.

 


Sumber Thumbnail: Flickr