Kebiasaan yang Membantu Menjaga Kesehatan Otak

Kesehatan otak penting untuk dijaga, alasannya sudah tentu karena otak adalah organ penting dalam kehidupan manusia.

Menerapkan kebiasaan yang membantu menjaga kesehatan otak perlu dimulai sejak dini, tidak perlu menunggu saat mengalami masalah kesehatan atau kondisi buruk tertentu.

 

Apa saja kebiasaan yang membantu menjaga kesehatan otak?

1. Istirahat dengan cukup

Berikan tubuh waktu istirahat yang cukup. Hindari begadang karena bisa berdampak pada penurunan konsentrasi, kekurangan energi, juga memengaruhi kondisi emosional.

 

Otak terus bekerja setiap waktu, dengan istirahat yang cukup, seseorang juga memberikan waktu rehat bagi otak sehingga dapat lebih fresh di esok hari.

Menurut Good Therapy, saat tidur pun sebenarnya otak tidak berhenti bekerja. Artinya seseorang perlu memberikan waktu istirahat yang benar-benar berkualitas.

 

2.  Mengonsumsi makanan yang membantu menjaga kesehatan otak

Makanan yang sehat untuk otak misalnya telur, minyak ikan, kacang-kacangan dan sayuran hijau.

 

3. Aktif bergerak

Aktif bergerak artinya rutin melakukan olahraga. Tidak harus pergi ke gym atau lapangan olahraga, melakukan stretching atau yoga dan berjalan-jalan di pagi hari juga bagian dari bergerak. Dilansir Mayo Clinic, berolahraga dapat meningkatkan aliran darah menuju otak.

 

4. Terlibat dalam interaksi sosial

Interaksi sosial diperlukan untuk menjaga kesehatan otak. Melakukan interaksi sosial dapat membantu menekan tingkat depresi dan stres pada seseorang, dimana dua hal tersebut berkontribusi pada penurunan ingatan.

 

Menjaga kesehatan otak juga dilakukan dengan menjaga kesehatan mental. Bertemu dengan orang lain bisa menjadikan seseorang tidak merasa sendirian, lebih bahagia dan feel loved.

 

5. Melakukan olahraga otak

Otak perlu dilatih agar tetap sehat dan berfungsi dengan optimal.

Olahraga yang diperuntukkan untuk menjaga kesehatan otak diantaranya menyusun puzzle, mengisi tabel Sudoku, atau mengisi teka-teki silang. Otak akan berkembang saat digunakan dengan aktif.

 

Kegiatan pasif seperti menonton televisi cenderung memberikan stimulasi yang kecil pada otak, sehingga seseorang perlu memberi batasan durasi.

 


Sumber Thumbnail: Dingding Hu