Dampak Negatif Pernikahan Anak

Pernikahan anak dalam pengertian hukum di Indonesia merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia di bawah 19 tahun. Pernikahan anak telah dilarang secara hukum meskipun dalam praktiknya masih sering terjadi pernikahan yang dilakukan anak-anak.

 

Larangan pernikahan ini sebelumnya pernah menjadi kontroversi. Beberapa pihak menganggap bahwa menikah seharusnya adalah hak asasi yang tidak bisa dilarang begitu saja.

 

Larangan menikah pada usia anak tentunya tidak diberlakukan tanpa alasan yang jelas. Beberapa penelitian telah membuktikan dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat pernikahan yang dilakukan di usia anak-anak.

 

Alasan pertama adalah karena pernikahan anak merupakan salah satu penyebab tingginya angka perceraian. Perceraian pada usia anak disebabkan karena anak-anak sebenarnya belum matang secara fisik, mental, dan spiritual untuk mengemban tanggung jawab yang diperlukan dalam mempertahankan hubungan perkawinan.

 

Alasan kedua adalah pernikahan anak dapat menyebabkan anak putus sekolah dan tidak mengikuti program wajib belajar 12 tahun. Semakin tinggi angka putus sekolah tentu menyebabkan kualitas sumber daya manusia semakin menurun. Hal ini berpotensi meningkatkan angka pengangguran.

 

Dampak Negatif dari pernikahan di usia anak-anak juga dapat menyebabkan naiknya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Data global menunjukkan bahwa bagi anak perempuan yang menikah sebelum umur 15, kemungkinan mereka mengalami kekerasan dalam rumah tangga meningkat 50%. Selain karena ketimpangan relasi kuasa, para pengantin muda cenderung penuh emosi sehingga mudah terpancing emosi saat menghadapi masalah.

 

Pernikahan anak juga beresiko tinggi terhadap masalah kesehatan. Ketidaksiapan organ reproduksi ibu saat melahirkan dapat menyebabkan kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan. Anak perempuan berusia 10-14 tahun berisiko lima kali lipat meninggal saat hamil maupun bersalin dibandingkan kelompok usia 20-24 tahun, sementara risiko ini meningkat dua kali lipat pada kelompok usia 15-19 tahun.
 

Thumbnail: Grid