Beberapa Penyebab Perceraian yang Paling Sering Terjadi

Perceraian merupakan satu hal yang paling ditakuti dalam pernikahan. Setiap pasangan yang menikah tentu tidak mengharapkan adanya perceraian. Akan tetapi ternyata perceraian dalam pernikahan masih sering terjadi baik di Indonesia maupun di dunia.

 

Penelitian menyatakan bahwa faktor penyebab terbesar perceraian adalah kondisi ekonomi. Namun sebelum menyentuh masalah di faktor tersebut, ternyata ada beberapa faktor lain yang mampu melatarbelakangi terjadinya perceraian. Beberapa faktor menjadi penyebab terjadinya pernikahan adalah sebagai berikut.

 

Penyebab pertama perceraian adalah karena menikah di usia yang terlalu muda. Usia yang terlalu muda seringkali menyebabkan kematangan emosional yang belum selesai. Waktu terbaik untuk melakukan pernikahan adalah ketika kedua pasangan sudah sama-sama siap baik secara fisik, batin, maupun finansial.

 

Penyebab kedua adalah karena suami tidak bekerja. Sebuah penelitian Harvard di tahun 2016 menemukan bahwa suami yang gak bekerja memiliki risiko perceraian lebih tinggi dari kondisi ekonomi keluarga yang di bawah rata-rata. Status bekerja istri diketahui gak berpengaruh besar pada risiko perceraian. 

 

Penelitian menggarisbawahi bahwa stereotip lingkungan yang mengharuskan pria di keluarga untuk bekerja itulah penyebab utama risiko perceraian tersebut. Karenanany merupakan hal yang penting bagi seorang suami untuk memiliki pekerjaan sebelum menikah. 

 

Penelitian lain yang dilakukan sejak tahun 1979 oleh National Longitudinal Survey of Youth menemukan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin kecil risiko perceraiannya ketika ia berumah tangga. Secara gak langsung, rendahnya tingkat pendidikan sering berdampak pada rendahnya pendapatan dan rendahnya perkembangan karakter jika disesuaikan dengan perkembangan zaman. Inilah yang memicu tingginya tingkat perceraian pada para pasangan tersebut.
 

Thumbnail: Republika