Tanda Seseorang yang Playing Victim

Playing victim adalah istilah yang sudah populer digunakan untuk menyebut orang-orang yang berlagak menjadi korban dalam suatu kejadian. Mereka yang melakukan playing victim merasa tidak bertanggung jawab pada hal buruk di sekitar mereka, meskipun mereka sendiri sebenarnya terlibat.

 

Mengapa seseorang melakukan playing victim?

Seseorang melakukan playing victim karena tidak ingin disalahkan dan diminta bertanggung jawab terhadap suatu hal. Terbukti bersalah adalah situasi yang menunjukkan kelemahan seseorang dan tentunya membiarkan kelemahan diketahui orang lain adalah hal yang memalukan.

 

Selain itu dengan berlagak menjadi korban, seseorang akan berada pada situasi rentan atau vulnerable, sehingga seakan sah-sah saja jika ia tidak berani mengambil risiko.

 

Bagaimana tanda seseorang yang melakukan playing victim?

1. Tidak mau bertanggung jawab

Orang yang playing victim akan membebankan kesalahan pada orang lain dan mengabaikan fakta bahwa ia sebenarnya berkontribusi menyebabkan kesalahan tersebut.

 

2. Merasa tidak mampu melakukan berbagai hal

Guna menghindari tanggung jawab, orang yang melakukan playing victim berusaha menunjukkan bahwa ia tidak mampu melakukan berbagai hal yang dibutuhkan atau diminta. Dampaknya mereka menjadi manipulatif dengan memengaruhi orang lain untuk mengasihani mereka.

Orang yang playing victim lihai dalam membuat seribu alasan agar terhindar dari hal-hal yang merepotkan.

 

3. Sering melakukan debat yang tidak perlu

Mengapa berdebat? Karena orang yang melakukan playing victim merasa berada dalam situasi tertekan setiap waktu. Mereka selalu menganggap orang lain adalah pelaku dan ia adalah korban, sehingga ia harus terus menerus membela diri.

 

4. Berlebihan dalam mengasihani diri sendiri

Mengasihani diri sendiri memang perlu, namun dalam playing victim rasa kasihan tersebut berlebihan sehingga menyebabkan orang lain mau tidak mau mengasihani mereka dan menerima alasan yang diberikan.

 

5. Gemar membandingkan diri dengan orang lain

Para pelaku playing victim merasa situasi mereka paling susah di antara orang lain dengan tujuan menjadikan orang lain merasa iba.

 


Sumber Thumbnail: iStock