Playing Victim: Bagaimana Mengatasi Orang yang Berlagak Jadi Korban?

Playing victim adalah perilaku seseorang yang memosisikan diri sebagai korban ketika terjadi masalah. Mereka yang melakukan playing victim akan lari dari tanggung jawab dan melemparkan beban kepada orang lain.

 

Ada kecenderungan pada pelaku playing victim untuk memanipulasi keadaan dan memengaruhi orang lain untuk memberi pembelaan atau mengizinkan alasan mereka.

 

Menghadapi orang yang berlagak jadi korban memang butuh kesabaran ekstra. Bagaimana saja cara mengatasinya?

 

1. Jangan biarkan dirimu terpengaruh

Ketika seseorang tengah bermain peran sebagai korban, artinya ia membutuhkan pengakuan. Tidak masalah jika kamu mendengarkan keluhan mereka, namun jangan biarkan dirimu terpengaruh.

 

Apa yang disampaikan pelaku playing victim hanyalah upaya memanipulasi dirimu untuk mengiyakan tindakan mereka.

Terlebih biasanya orang yang melakukan playing victim sudah lihai memanfaatkan situasi dan rasa iba orang lain.

 

2. Stop there! Tidak perlu jadi superhero untuk pelaku playing victim

Cukup dengarkan keluhan para pelaku playing victim, berpikirkan berulangkali sebelum menawarkan bantuan karena pada dasarnya playing victim hanya mengharapkan perhatian.

 

Orang yang berlagak sebagai korban menunjukkan diri sebagai orang yang tidak bersalah dan lemah, agar mereka terhindar dari tanggung jawab. Mereka hanya ingin mengeluh dan tidak benar-benar menginginkan saran solusi.

 

3. Tidak perlu memberikan label

“Kamu ini selalu deh playing victim”. No no no.

Dengan memberikan label, pelaku playing victim akan terus terkurung di dalam mindset tersebut karena mereka akan terus membela diri.

 

4. Mungkin sudah saatnya untuk mengambil jarak

Terlalu banyak menghabiskan waktu meladeni pelaku playing victim hanya akan menyebabkan seseorang lelah secara mental dan fisik. Berhenti berada di sekeliling mereka dan buatlah jarak sementara waktu.

 

Dengan membuat jarak, seseorang memberikan boundary untuk melindungi diri sendiri dari dampak pelaku playing victim.

 

Jangan korbankan emotional well-being diri sendiri untuk mendengarkan keluhan pointless dari orang yang berlagak sebagai korban.

 


Sumber Thumbnail: Big Stock