Bijak Saat Curhat: Ketahui Tentang Healthy Venting

Healthy venting dapat dimengerti sebagai tindakan bercerita atau mengekspresikan emosi negatif dengan cara yang tidak toxic. Melakukan healthy venting menunjukkan seberapa bijak seseorang mengelola emosi negatifnya.

 

Seseorang perlu melakukan venting

Salah satu cara untuk mengelola emosi adalah melakukan venting agar emosi tidak terkurung di dalam hati dan pikiran. Emosi yang terus dibiarkan di dalam diri dapat menyebabkan peningkatan stres.

 

Merujuk pada SAGU Edu, venting merupakan proses dua arah dimana seseorang akan mengekspresikan emosinya—misalnya dengan curhat dan orang lain akan mendengarkan.

Dikarenakan venting melibatkan orang lain, seseorang perlu memerhatikan situasi orang lain sebelum meluapkan amarah atau emosi negatif lainnya. Proses inilah yang termasuk ke dalam healthy venting.

 

Kebalikan dari healthy venting adalah emotional dumping

Baca Juga: Emotional Dumping: Mengeluh pada Teman Secara Sembarangan

 

Bagaimana ciri healthy venting?

1. Healthy venting dilakukan atas consent atau persetujuan kedua pihak

Orang yang curhat tidak dipaksa untuk mengekspresikan emosinya dan pihak yang menerima venting tersebut berkenan untuk mendengarkan.

Sebelum venting, seseorang perlu menanyakan consent teman yang akan mendengarkan, misalnya dengan bertanya “aku sedang kesal pada si X, apakah aku boleh bercerita padamu?”.

 

Di balik consent, pendengar sudah mempertimbangkan konsekuensi dari mendengar venting tersebut. Healthy venting memberi kesempatan pada pendengar untuk menyimak dengan baik dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.

 

2. Healthy venting melibatkan proses active listening

Saat mendengarkan teman yang curhat, seseorang perlu menerapkan active listening dimana ia tidak hanya diam sembari teman berbicara, namun menyimak dengan perhatian dan berusaha memahami informasi yang diterima.

Healthy venting memberikan ruang bagi teman yang mendengarkan untuk memberikan respon yang dibutuhkan, misalnya memvalidasi emosi atau mengusulkan saran yang konstruktif.

 

3. Healthy venting menghargai kesehatan emosi kedua pihak

Seseorang yang mengalami kejadian buruk atau merasa sedih dan marah ingin didengar dan mendapatkan pengakuan.

 

Dalam healthy venting, kedua pihak perlu saling menyadari bahwa orang lain juga memiliki perasaan dan pikiran masing-masing. Seseorang yang menerapkan healthy venting tidak akan meledak-ledak mengungkapkan emosi seakan ia orang paling menderita sedunia.

 


Sumber Thumbnail: iStock