Self-Blame: Bahaya Menyalahkan Diri Sendiri

Self-blame adalah perilaku seseorang yang menyalahkan diri sendiri ketika situasi buruk terjadi. Tindakan self-blame bersifat toxic dan menyebabkan seseorang kehilangan pandangan terhadap kelebihan, kemampuan, dan value yang dimiliki.

 

Kecenderungan untuk melakukan self-blame dijumpai pada seseorang yang menghadapi keadaan penuh stres. Ketika situasi stres direspon dengan sikap yang kontra-produktif, seseorang dapat menjadi semakin tertekan dan sulit untuk maju.

 

Penyebab seseorang melakukan self-blame

Faktor yang memicu self-blame diantaranya perasaan tidak worth it atau tidak mampu mencapai standar yang dibuat sendiri. Perasaan seperti ini bisa juga diawali oleh keinginan untuk selalu sempurna atau perfeksionis.

 

Selain itu self-blame juga dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa setiap hal yang dialami adalah tanggung jawab diri sendiri, padahal ada sesuatu yang ada di luar kontrol manusia.

 

Misalnya seseorang menyalahkan diri sendiri ketika sesi belajar kelompok yang diinisiasi olehnya terpaksa dibatalkan. Ia menganggap bahwa ia bersalah sebagai inisiator kegiatan, padahal alasan di balik pembatalan adalah sebagian besar anggota kelompok berhalangan hadir.

Ketidakhadiran anggota kelompok adalah sesuatu yang ada di luar kendali seseorang tersebut.

 

Tendensi menyalahkan diri sendiri juga bisa dipengaruhi oleh kejadian di masa lampau, dimana seseorang merasa trauma akibat disalah-salahkan.

 

Bahaya menyalahkan diri sendiri

Seseorang yang menyalahkan diri sendiri akan menutup mata dan tidak mau tahu bahwa ada banyak alasan yang menyebabkan suatu hal terjadi. Mereka akan terus menyalahkan diri sampai ada orang lain yang menyadarkan mereka tentang hal tersebut.

 

Terjebak dalam perilaku self-blame juga menghambat seseorang memaafkan diri sendiri. Pada kondisi dimana seseorang benar-benar bersalah sekalipun, self-blame akan menghalangi proses seseorang untuk bangkit dan belajar dari kesalahan.

 

Berhenti melakukan self-blame

Seseorang perlu berhenti sejenak dan bercermin, lantas melihat berbagai kemungkinan di balik suatu kejadian.

Sadari bahwa setiap orang tidak perlu bertanggung jawab atas semua hal. Manusia memiliki batasannya, sehingga berhenti menyalahkan diri sendiri dan fokus pada proses untuk bertumbuh dan bangkit dari keadaan krisis.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock