Stop Menyalahkan: Langkah untuk Berhenti Self-Blaming dan Mulai Memaafkan Diri Sendiri

Self-blaming adalah perilaku toxic ketika seseorang menyalahkan diri sendiri ketika hal buruk terjadi baik kepada dirinya maupun orang lain. Sikap self-blaming menghambat seseorang untuk bertumbuh dan belajar dari kesalahan.

 

Mereka yang melakukan self-blaming akan terus terkurung dalam perasaan bersalah, oleh karena itu seseorang menjadi sulit memaafkan diri sendiri dan move on.

 

Bagaimana dampak self-blaming terhadap seseorang?

Tindakan self-blaming bersifat destruktif pada kesehatan mental seseorang. Dengan terus menyalahkan diri, seseorang sulit menemukan value yang sesungguhnya dari dirinya dan menganggap bahwa situasi buruk yang dihadapi well-deserved baginya.

Dampak self-blaming yang bersifat negatif perlu dicegah dan diminimalisasi. Stop menyalahkan dan mulai memaafkan diri sendiri.

 

Langkah apa yang bisa dilakukan untuk berhenti self-blaming?

 

1. Beranikan diri untuk mengambil tanggung jawab

Seseorang yang mengambil tanggung jawab menunjukkan bahwa ia mengakui kesalahan yang telah dilakukan.

 

Mengakui kesalahan memang hal yang sulit dilakukan, akan tetapi membiarkan orang lain mengingatkan dan membuka kesalahan tersebut justru menyebabkan seseorang merasa “diserang” dan semakin menyalahkan diri sendiri.

 

Self-blaming akan terus berlangsung jika tidak ada tindakan diambil untuk mengatasi keadaan, karena keadaan tidak akan berubah. Karena itu guna mengubah keadaan, cobalah untuk bangkit dan ambil tanggung jawab.

 

2. Jangan memberikan judgment yang menjatuhkan diri sendiri

Memberikan penilaian terhadap diri sendiri memang diperlukan, namun jangan sampai penilaian tersebut menutupi apresiasi terhadap diri sendiri.

 

Memberikan judgment seperti “rupanya saya tidak bisa melakukan tugas ini dengan optimal, akhirnya target menjadi gagal diraih” bisa menyebabkan seseorang merasa rendah diri dan menganggap bahwa ketidakmampuannya adalah penyebab utama.

 

Menyadari sejauh mana batas kemampuan diri memang penting, namun kesadaran tersebut hendaknya digunakan sebagai motivasi untuk belajar dan memperbaiki kualitas diri, bukan menyalahkan diri dan merasa terpuruk.

 

Last but not least, jangan lupa untuk melakukan self-love dan hargai diri sendiri. Mengakui kesalahan bukan berarti seseorang harus menyalahkan diri sendiri, namun langkah awal untuk proses bertanggung jawab memperbaiki keadaan.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock