Beda Kesemutan Biasa dan Neuropati

Kesemutan adalah sensasi menggelitik dan ngilu yang biasanya terjadi di kaki atau tangan. Kerap kali sensasi yang bisa menghilang sendiri ini dianggap sebagai kesemutan biasa. Padahal, kesemutan juga dapat disebabkan oleh neuropati.

 

Apa saja perbedaannya? Simak penjelasan berikut ya!

 

1. Penyebab
Kesemutan biasa umumnya diakibatkan oleh hambatan aliran darah ke saraf tepi. Kesemutan sering terjadi ketika duduk bersila dalam jangka waktu yang lama atau tidur dengan posisi tangan yang tertindih badan. Hal tersebut menyebabkan aliran darah terhambat dan terjadi kesemutan.

 

Sementara itu, kesemutan akibat neuropati biasanya disebabkan oleh penyakit yang mendasari. Salah satunya adalah diabetes. Sekitar setengah penderita diabetes mengalami kesemutan atau kebas yang disebut neuropati diabetikum.

 

2. Periode
Kesemutan biasa dapat terjadi pada periode-periode tertentu misalnya saat salah posisi duduk, berdiri, atau tidur. Namun, kesemutan akibat neuropati dapat muncul dan menghilang tiba-tiba dan berulang dalam intensitas yang tinggi.

 

3. Frekuensi
Frekuensi kesemutan biasa umumnya singkat dan dapat hilang setelah adanya perubahan posisi dan peregangan (stretching). Hal ini ditujukan agar aliran darah lancar kembali. Akan tetapi, neuropati terjadi secara terus-menerus tergantung kondisi tubuh masing-masing individu.

 

4. Lokasi
Kesemutan biasa terjadi di ujung-ujung tubuh, contohnya jari-jari, kaki, tangan, dan telapaknya. Kesemutan akibat neuropati disertai penjalaran atau kesemutan yang menjalar dari satu bagian menuju bagian lainnya yang posisinya berada lebih atas atau dari kiri ke kanan.

 

Sumber thumbnail: Okezone