Lima Kiat Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Menghilangkan kebiasaan buruk membutuhkan kemauan untuk berubah. Meski sulit, seseorang perlu melakukannya. Kebiasaan buruk dapat menyebabkan kesehatan fisik dan mental menjadi terganggu.

 

Misalnya seorang karyawan memiliki kebiasaan tidak akan makan sebelum pekerjaan selesai. Bertanggung jawab pada tugas memang perlu, namun tidak dengan mengorbankan kesehatan sendiri.

 

1. Cari alternatif dari kebiasaan buruk

Menghilangkan kebiasaan yang sudah berlangsung sejak lama tentu memicu rasa tidak nyaman. Guna mengisi rasa “kehilangan”, alokasikan waktu yang digunakan untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut untuk melakukan hal lain.

Misalnya seseorang yang memiliki kebiasaan buruk menonton televisi sebelum tidur bisa mengubahnya menjadi membaca buku.

 

2. Sedikit demi sedikit akan menjadi bukit

Langsung menghilangkan kebiasaan buruk tentu lebih menantang dan sulit, mulai dari mengurangi durasi atau intensitas dari aktivitas.

Menggunakan ilustrasi di atas, seseorang tersebut bisa mengurangi durasi menonton televisi dari setengah jam menjadi 20 menit. Setelah satu minggu membiasakan diri selama 20 menit, kurangi lagi menjadi 10 menit dan seterusnya.

 

3. Singkirkan pemicu

Kebiasaan buruk akan terus dilakukan selama ada pemicu.

Jika seseorang melihat remote televisi tergeletak di meja, ia akan terpikir untuk menyalakan televisi. Langkah yang bisa ia lakukan adalah menempatkan remote di dalam laci atau mencabut kabel televisi.

 

4. Bergabung komunitas

Menghilangkan kebiasaan buruk membutuhkan motivasi dan dukungan. Melakukannya sendirian terkadang menjadi membosankan dan terasa berat. Maka dari itu, cobalah untuk bergabung komunitas.

Orang lain dapat menjadi pengawas untuk melihat seberapa jauh progress menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.

 

5. Buat rencana jika gagal

Menghilangkan kebiasaan adalah suatu proses. Terkadang ada godaan untuk berhenti dan pada akhirnya gagal, karena itu buatlah back up plan untuk mengembalikan diri pada jalur.

Kebiasaan buruk perlu diubah secara bertahap agar tubuh dan pikiran seseorang dapat menyesuaikan. Mulai kebiasaan baik secara slow but steady.

 

Membuat tujuan ketika menghilangkan kebiasaan buruk memang perlu, akan tetapi perlu diingat bahwa dalam mencapai tujuan diperlukan keberanian untuk mengambil langkah pertama.

 


Sumber Thumbnail: Experiencing Addis