Workaholic: Ciri Orang yang Kecanduan Kerja

Workaholic adalah sebutan yang disematkan pada orang-orang yang kecanduan kerja. Orang yang workaholic merasakan dorongan dari dalam dirinya untuk terus bekerja, meskipun sebenarnya mereka tidak ingin.

 

Menurut American Psychological Association, para workaholic merasakan kebutuhan untuk terus bekerja dan melakukannya secara berlebihan. Mereka kesulitan menahan diri dari pekerjaan.

 

Perbedaan workaholic dan overwork

Dilansir Ramsey Solutions, workaholic adalah suatu kebiasaan personal. Sementara itu, overwork umumnya terjadi akibat beban kerja yang berlebihan, artinya ada peran atasan sebagai pihak eksternal.

Mereka yang mengalami overwork berada di lingkungan kerja yang toxic.

Situasi overwork dan workaholic memang bisa berjalan beriringan, namun para workaholic bisa muncul dari lingkungan kerja yang sehat sekalipun.

 

Ciri orang yang kecanduan kerja

1. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja

Jika seorang karyawan bekerja 8 jam selama 5 hari, ia menghabiskan 40 jam atau hanya 23,8% dari seminggu. Orang yang workaholic tentu memiliki persentase yang lebih besar

 

2. Pekerjaan tidak berhenti di gerbang kantor

Artinya seorang workaholic membawa pekerjaannya pulang. Mereka ingin menyelesaikan pekerjaan di hari yang sama dan jika perlu menyicil pekerjaan untuk esok hari.

Pada pekan yang sibuk di kantor, membawa pekerjaan ke rumah memang hal yang biasa, namun workaholic bisa melakukannya setiap saat.

 

3. Tidak menggubris nasihat orang lain

Seseorang telah menjadi workaholic jika tidak mengindahkan orang lain yang mengingatkan untuk berhenti bekerja.

Para workaholic menganggap bahwa tindakan yang mereka lakukan hanyalah “bekerja keras”. Ini dikarenakan workaholic sendiri tidak menyadari bahwa mereka benar-benar kecanduan bekerja.

 

4. Melupakan hobi, kegiatan untuk bersantai atau berolahraga

Jika seseorang di sekitar bekerja sampai melupakan kesenangan diri sendiri, harap waspada. Mereka yang workaholic menganggap terus bekerja adalah hal yang produktif dan benar untuk dilakukan.

 

Berhenti sejenak dan beri kesempatan pada tubuh dan pikiran untuk bernapas. Bekerja keras memang penting, namun jangan berlebihan sampai menyebabkan kecanduan. Ketahui batas dan dengarkan kebutuhan pribadi untuk beristirahat.

 


Sumber Thumbnail: Dreamstime