Mitos atau Fakta: Lele Menyebabkan Kanker

Penyakit kanker menjadi penyebab banyak kematian. Kanker berasal dari sel-sel tubuh pada yang abnormal. Artinya, sel tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

 

Normalnya, sel akan membelah, tumbuh, dan mati sesuai dengan kebutuhan. Namun pada orang yang mengidap kanker, sel terus membelah dan tumbuh tanpa henti, dan tidak mati padahal sel sudah menua atau rusak. Alhasil, terjadi penumpukan sel yang akhirnya membentuk tumor.

 

Tanpa perawatan, sel kanker akan terus berkembang, menyebar, dan menyerang jaringan atau organ sekitarnya. Termasuk organ vital, seperti otak dan paru-paru, yang menjadi penunjang kehidupan manusia.

 

Kabar beredar bahwa ikan lele mengandung zat yang bisa memicu munculnya sel kanker. Apakah benar demikian?

 

University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences pada tahun 2007 mengadakan penelitian terkait hal ini. Hasilnya menujukkan bahwa ikan lele yang terpapar limbah industri, mengandung zat yang bisa meniru hormon estrogen pada wanita. Hal ini dapat membuat sel-sel kanker payudara berkembang biak lebih cepat.

 

Mengonsumsi ikan yang terkontaminasi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah pada endokrin dan gangguan pertumbuhan. Perlu dipahami bahwa efek karsinogenik yang ditemukan pada penelitian merujuk pada ikan yang terpapar zat kimia limbah pabrik. Itu artinya, tidak semua ikan lele bisa memicu terjadinya kanker pada orang yang mengonsumsinya.

 

Jadi, Anda mengonsumsi ikan lele untuk menu makan siang itu diperbolehkan. Terlebih lagi, ikan menjadi salah satu sumber protein yang menyehatkan bagi tubuh dan Anda bisa mendapatkannya dengan mudah.

 

Sumber thumbnail: Kordanews