Mengapa Air Hujan Tidak Asin Seperti Air Laut

Air hujan diketahui berasal dari air laut yang menguap. Akan tetapi mengapa air hujan tidak terasa asin sebagaimana air laut padahal salah satunya berasal dari yang lain ?

 

Matahari setiap hari menyinari seluruh permukaan bumi, termasuk lautan. Rata-rata kawasan laut seluas satu meter persegi mendapatkan energi matahari sebesar 1 kilowatt. Energi inilah yang membuat air laut menguap kemudian menjadi awan.

 

Energi yang dikeluarkan matahari ini ternyata hanya cukup untuk menguapkan air. Tetapi tidak dengan kandungan ion dan garam yang ada di dalam air. Karenanya air hujan tetap bersifat tawar dan tidak asin.

 

Lalu bagaimana dengan fenomena hujan asam ?

 

Di abad ke-21 ini beberapa wilayah bumi pernah terkena hujan asam. Hujan asam tidak disebabkan oleh air yang berasal dari laut, melainkan kontaminasi yang terjadi pada mendung. Hujan sendiri pada dasarnya memang memiliki sifat asam yaitu dengan kandungan pH di bawah 5,6.

 

Pada kasus hujan asam yang berbahaya, kontaminasi tidak hanya diakibatkan oleh tingginya konsentrasi gas karbondioksida, tetapi juga keberadaan belerang dan nitrogen. Gas-gas tadi, terutama belerang ada akibat pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik.

 

Fenomena hujan asam tidak bisa disamakan dengan kondisi air yang tetap tawar meskipun sebagian besar berasal dari air laut yang asin.

Thumbnail: Rupa Rupa