Bekerja Tanpa Toxic: Cara Mengatasi Perilaku Workaholic

Workaholic adalah perilaku seseorang yang kecanduan untuk bekerja. Terlepas dari ia menginginkan untuk bekerja atau tidak, seorang workaholic merasa harus terus bekerja. Padahal sikap workaholic bersifat toxic dan merugikan diri sendiri.

 

Istilah lain yang digunakan untuk menyebut workaholic misalnya gila kerja atau pecandu kerja. Perilaku ini juga muncul sebagai implikasi dari gaya hidup hustle culture yang penuh tekanan.

 

Workaholic berbeda dengan orang yang mencintai pekerjaannya. Mereka yang workaholic merasa kesulitan mengendalikan atau menahan diri dari pekerjaan.

Baca Juga: Workaholic: Ciri Orang yang Kecanduan Kerja

 

Ciri orang yang workaholic

Beberapa ciri orang workaholic adalah menghabiskan sebagian besar waktu untuk bekerja, pulang kerja masih membawa tugas dari kantor, atau merasa bersalah ketika beristirahat dan meninggalkan urusan pekerjaan.

 

Jadi, bagaimana cara mengatasi perilaku workaholic?

 

1. Berkomitmen untuk mengubah perilaku tersebut

Seseorang perlu menyadari bahwa perilaku workaholic yang dimiliki. Terkadang para workaholic merasa mereka hanya bekerja keras, namun tidak menyadari jika sudah melewati batas kewajaran.

 

Setelah mengetahui bahwa ada permasalahan dalam rutinitas kerja, seorang workaholic perlu menanamkan komitmen untuk mengubah tindakan toxic tersebut.

 

2. Buat personal boundary

Seseorang yang workaholic perlu belajar menerapkan personal boundary agar tidak terus memaksakan diri.

 

Batasan personal dalam urusan pekerjaan diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh batas seseorang dapat bekerja. Batasan bisa berupa durasi kerja yang masuk akal, workload yang rasional dan adil, atau memiliki waktu rileks di akhir pekan.

 

Dengan membuat dan memperhatikan personal boundary, seseorang bisa mulai mengubah gaya hidup workaholic menjadi lebih sehat.

 

3. Diskusikan dengan atasan

Setiap karyawan tentu memiliki manajer atau siapapun yang mengawasi dan memberikan pekerjaan. Coba diskusikan dengan mereka terkait kebiasaan bekerja ala workaholic yang dimiliki.

Atasan yang baik dan bijak tentu akan membantu menemukan jalan keluar dan tidak akan membiarkan karyawannya bekerja berlebihan hingga kelelahan.

 

Bekerja keras adalah ciri seseorang yang punya etos kerja baik. Namun jika dilakukan berlebihan hingga menjadi workaholic, ia sudah menerapkan kebiasaan toxic yang akan merugikan produktivitas diri sendiri.

 


Sumber Thumbnail: Freepik