Judgment: Mengatasi Rasa Takut Mendengar Penilaian Orang Lain

Mendengar penilaian dari orang lain memang bukan hal yang mudah, apalagi jika penilaian tersebut diberikan tanpa diminta. Perasaan takut terhadap judgment dapat menghambat seseorang untuk membuka diri dan merasa tidak percaya pada diri sendiri.

 

Saat sendiri, seseorang mungkin enggan keluar rumah karena takut menunjukkan diri atau bisa pula seseorang menjadi insecure berada di tengah banyak orang.

 

Judgment yang tidak ditanggapi dengan bijak dapat menurunkan kepercayaan pada self-esteem, yang tentu saja berdampak merugikan.

 

Mengatasi rasa takut mendengar penilaian orang lain

 

1. Identifikasi kebenaran penilaian yang diberikan

Coba berkaca dan lihat apakah penilaian yang diberikan adalah sebuah fakta atau hanya asal bicara. Penilaian yang tidak berdasar ditujukan untuk menjatuhkan orang lain atau simply orang yang memberikan penilaian punya sifat gemar mengkritik.

 

Apabila penilaian tersebut benar, coba kelola perkataan mereka menjadi input bagi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebaliknya, judgment yang tidak sesuai fakta bisa cukup diabaikan, biarkan orang lain menghabiskan energinya untuk hal yang tidak perlu.

 

2. Dengarkan kata hati

Seringkali rasa takut terhadap penilaian orang lain muncul sebelum orang lain berkomentar, karena justru berasal dari dalam diri sendiri.

Dengarkan kata hati dan coba kenali, bisa jadi diri sendirilah yang melakukan penilaian negatif.

 

Misalnya seseorang enggan untuk maju mempresentasikan hasil pekerjaannya karena rasa takut dicibir orang lain. Di dalam kepalanya terpikir “bagaimana jika A”, “bagaimana jika B” dan sebagainya. Padahal faktanya, tidak terjadi hal A dan B.

Ketakutan tersebut muncul dari asumsi negatif diri sendiri, karena itu coba dengarkan kata hati dan ubahlah asumsi tersebut menjadi afirmasi positif.

 

3. Bayangkan jika penilaian negatif kepada diri sendiri disampaikan pada teman

Jika seseorang mampu memikirkan perasaan teman yang terluka setelah mendengarkan judgment negatif tersebut, ia perlu berhenti menekan diri sendiri dengan pemikiran negatif tersebut, karena ia pun juga bisa terluka.

 


Sumber Thumbnail: Big Stock