Self-Sabotage: Tanda dan Bahayanya terhadap Produktivitas

Self-sabotage adalah tindakan menyabotase atau menghambat diri sendiri untuk melakukan berbagai hal. Melakukan self-sabotage dapat berdampak negatif pada produktivitas seseorang.

 

Ketika seseorang melakukan self-sabotage, ia berhenti berusaha dan pada akhirnya tidak dapat meraih tujuan.

 

Tanda seseorang melakukan self-sabotage

Merujuk pada tulisan Better Up, self-sabotage ditandai dengan perasaan rendah diri dan rasa enggan untuk menggunakan kesempatan yang ada. Orang yang melakukan self-sabotage juga terus dikuasai rasa takut terhadap kegagalan.

 

Self-sabotage juga dapat dicermati pada mereka yang terus menghindari hal-hal yang terlalu menantang dengan alasan ingin menjadi lebih realistis.

 

Bahaya self-sabotage terhadap produktivitas

1. Self-sabotage menahan untuk stuck pada satu titik

Bertahan pada suatu situasi ada batasnya. Orang yang melakukan self-sabotage tidak peduli jika titik yang dijalani tidak menghasilkan kemajuan apapun dan justru merugikan diri sendiri.

Jika tidak ada kemajuan, maka produktivitas menjadi turun.

 

2. Merasa tidak ada motivasi

Rasa takut terhadap kegagalan dan perasaan rendah diri menghambat motivasi untuk muncul. Self-sabotage seakan tidak mengizinkan seseorang termotivasi untuk melakukan berbagai hal.

Tanpa melakukan apapun untuk berkembang, seseorang tidak bisa menghasilkan apapun bagi dirinya sendiri.

 

3. Tujuan tidak tercapai

Pencapaian tujuan adalah salah satu indikator untuk melihat produktivitas. Self-sabotage menyebabkan seseorang tertahan dan gagal mencapai tujuan.

 

Setiap orang memiliki situasi masing-masing yang memicu munculnya tindakan self-sabotage.

Better Up menyebutkan bahwa rasa takut terhadap pencapaian atau fear of success sebagai salah satu penyebab self-sabotage.

 

Kejadian di masa kecil misalnya, dapat menyebabkan self-sabotage di masa depan.

Seorang anak yang mendapatkan juara dan merasa senang, dicap sebagai anak yang sombong oleh teman-temannya. Ia merasa tertekan karena labelling tersebut dan merasa tidak layak mendapatkan sebuah pencapaian.

 

Self-sabotage bisa menjadi penyebab terbesar dari kegagalan seseorang, karena itu perilaku tersebut harus dihentikan.

Mengutip Bill Crawford, “tidak ada yang akan menyabotase kebahagiaan dan kesuksesan kita, kecuali rasa takut bahwa kita tidak cukup”.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock